Social Links
AMRI | Nasrullah
427
archive,paged,category,category-nasrullah,category-427,paged-7,category-paged-7,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Oleh: Nasrulloh *) Untuk apa uang dikeluarkan?  Ini yang harus ditanyakan. Bagaimana uang dikeluarkan?  Ini yang harus dicermati. Kapan uang dikeluarkan? Ini yang harus dikelola. Uang yang dikeluarkan harus bisa menjaga dan menciptakan value baru bagi bisnis. Terutama value terhadap konsumen dan sumber daya manusia. Mengokohkan dan...

Oleh: Nasrulloh *) Sungguh menarik pembahasan bang Hadi tentang Profit atau Cash. Saya hanya mencoba menambah dan meringkas diskusi member AMRI beberapa waktu lalu. Laba bersih belum tentu ada cashnya. Karena konsep laba dan cash sangat berbeda. Dalam akuntansi, ada konsep akrual. Segala hak perusahaan akibat penyerahan barang atau...

Oleh: Adib Munajib *) Editor: Nasrulloh Masih soal profit dan cash. Bagaimana bang Adib Munajib memandangnya? Menurutnya, kalau perusahaan besar bisa berkata bahwa profit is the king, karena mainnya sudah margin yang besar karena branding sudah mapan. Setelah saya merintis usaha ternyata lebih enak menggunakan istilah cashflow is the...

Oleh: Nasrulloh *) Berapa laba bisnis kita? Penjualan dikurangi biaya. Mudah sekali. Bahasa pasarnya, yang masuk dikurangi yang keluar. Hanya itukan? Dalam teori Akuntansi, jenis laba itu sangat beragam. Laba kotor, laba operasional, laba bersih hingga laba kas. Apa manfaatnya buat kita? Yang tidak paham pun bisnisnya...

Oleh: Nasrulloh *) Setiap bisnis ada aktifitas utama. Dari mana sumber utama penghasilannya. Juga, apa saja aktifitas sampingannya. Sumber utama pencipta laba perusahaan terlihat dari penjualan. Apakah aktifitasnya menguntungkan? Ini terlihat di laba kotor. Berapa prosentase keuntungannya untuk menutupi semua aktifitas untuk menopang kegiatan utamanya?  Ini terlihat di...

Oleh: Nasrulloh dan Tim Redaksi AMRI *) Tulisan ini hanya memaparkan obrolan Suhu Wan dan Bang Adib dalam sebuah diskusi di Telegram. Temanya bagaimana membesarkan bisnis tanpa hutang bank? Pengalaman Bang Adib. Perusahaan besar selalu membangun bisnisnya dengan hutang bank. Banyak kasus, bisnis yang mengedepankan otak kanan...

Oleh : Nasrulloh *) Produk tanpa merek adalah produk yang tidak diberi merek setelah produksi. Namun dijual oleh beberapa perusahaan dengan merek yang berbeda ke segmen yang berbeda pula. Produsen barang tanpa merek hanya menanggung biaya produksi saja. Sehingga tak perlu menanggung biaya hingga ketangan konsumen akhir....

Oleh : Nasrulloh *) Dead stock itu uang mati. Karena barang tidak berbutar kembali menjadi uang. Uang mati, bisnis pun mati pula. Bagaimana mengelolanya? Definisikan dulu makna dead stock dalam bisnis kita. Apakah barang yang tidak terjual sama sekali selama sebulan, dua bulan, 3 bulan? Ini harus jelas agar bisa...

Oleh: Nasrulloh *) Semakin berumur otak kanan semakin tumpul. Tumpukan pengalaman, teori, rumus dan prinsip, yang awalnya menuntun kesuksesan, justru  membelenggu pikiran. Ada kemandekan berfikir. Kesuksesan yang telah dibangun kadang menjadi habit rutinitas. Rutinitas ini yang membelenggu pertumbuhan. Menghidup otak kanan dengan membongkar rutinitas. Pertumbuhan bisnis itu bersumber dari...

Oleh: Nasrulloh *) Saat baru dilahirkan, yang dominan adalah otak kanan. Tanpa pengetahuan, tanpa informasi, tanpa memahami sesuatu, mencoba saja segala hal yang diinginkan. Ketidaktahuan adalah kekuatan. Setelah terus mencoba dengan jatuh bangun. Akhirnya berhasil. Ditemukan beragam kiat, cara, rumus dan prinsipnya. Disini dipahami pola, struktur  dan...