Social Links
AMRI | BISNIS TANPA MEREK
18649
post-template-default,single,single-post,postid-18649,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

BISNIS TANPA MEREK

Oleh : Nasrulloh *)

Produk tanpa merek adalah produk yang tidak diberi merek setelah produksi. Namun dijual oleh beberapa perusahaan dengan merek yang berbeda ke segmen yang berbeda pula.

Produsen barang tanpa merek hanya menanggung biaya produksi saja. Sehingga tak perlu menanggung biaya hingga ketangan konsumen akhir. Produsen juga akan menghasilkan efisien dari produksi massal.

Model bisnis ini sering ditemui di industri makanan. Dibuat di satu pabrik, dikemas dengan berbagai cara dan dijual dengan merek yang berbeda.

Resikonya, jangan sampai konsumen tahu bahwa penawarannya berbeda-beda, baik harga dan mereknya,  namun hakikatnya sama.

Richelieu Foods pernah sukses dengan cara ini dengan pizzanya beku dan bumbu saladnya. Dia menjual ke berbagai jaringan supermarket dengan merek dan harga yang berbeda-beda.

Foxcorn, perusahaan teknologi Taiwan, sukses dengan strategi ini. Membuat satu perangkat, tetapi kemudian dimereki Apple, Dell, Intel dan lain-lain.

Diperkirakan dua pertiga motherboard komputer yang dijual dengan merek Intel adalah buatan Foxcorn. Tidak itu saja, sebenarnya, foxcornlah yang sebenarnya perusahaan CPU dan casing komputer terbesar.

Semoga menginspirasi
Barakallah

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment