Social Links
AMRI | KONSEP LABA DAN CASH
18701
post-template-default,single,single-post,postid-18701,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

KONSEP LABA DAN CASH

Oleh: Nasrulloh *)

Sungguh menarik pembahasan bang Hadi tentang Profit atau Cash. Saya hanya mencoba menambah dan meringkas diskusi member AMRI beberapa waktu lalu.

Laba bersih belum tentu ada cashnya. Karena konsep laba dan cash sangat berbeda.

Dalam akuntansi, ada konsep akrual. Segala hak perusahaan akibat penyerahan barang atau jasa ke konsumen, walau belum dibayar dicatat sebagai penjualan. Uangnya belum ada, tetapi penjualan di laba rugi sudah tercatat.

Sebuah perusahaan penyewaan kendaraan. Menyewakan selama 2 tahun. Uang sudah diterima seluruhnya. Namun secara akuntansi pendapatan yang dicatat sebesar masa sewa yang sudah dilalui.

Begitu juga dengan biaya. Segala kewajiban kepada suplier akibat penggunaan barang atau jasa untuk operasional perusahaan dicatat sebagai biaya. Padahal belum dibayarkan.

Begitu pula saat perusahaan membeli kendaraan. Walau uang sudah dikeluarkan sebesar harga kendaraan. Namun yang dicatat biaya sebesar nilai kendaraan dibagi masa penggunaannya. Jadi laba sangat berbeda dengan cash.

Laba tidak mencerminkan uang mati yang mengendap di persediaan, piutang dan uang muka. Laba juga tidak mencerminkan berapa uang yang harus dibayarkan ke suplier.

Jadi laba bersih tidak menunjukkan kesehatan cash dan kemampuan bayar. Bila melihat tulisan bang Maryono tentang pedagang glodok. Maka terlihat bahwa mereka mementingkan perputaran uang daripada laba.

Salam 5 Jari
Barakallah

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment