Social Links
AMRI | RAHASIA PEDAGANG BESAR GLODOK (Habis)
18693
post-template-default,single,single-post,postid-18693,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

RAHASIA PEDAGANG BESAR GLODOK (Habis)

Oleh: Maryono *)

Tulisan sebelumnya membahas cashflow dan gaya hidup mereka. Selanjutnya adalah:

KONTROL
Ketat dalam pengendalian barang masuk dan keluar. Resiko barang hilang dan rusak sangat kecil. Ditambah lagi pemahaman secara langsung akan kondisi stok barang slow dan fast moving, walaupun saat itu belum banyak yang menggunakan komputer.

Mereka sering menggunakan keluarga dekat yg dapat dipercaya untuk kontrol digudang.

JARINGAN
Kertas bekas bungkus rokok seringkali digunakan sebagai tanda terima barang. Padahal nilai barang yang tertulis bisa puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Biasanya digunakan untuk menagih piutang setelah jatuh tempo.

Trust, saling membantu, hubungan emosional kedaerahan adalah awal terbentuknya jaringan bisnis antar pelaku usaha disana. Seakan membentuk komunitas pedagang tertentu sesuai dengan barang dagangannya, seperti elektronik, komputer, alat teknik, parts lainnya,
antar mereka sangat mudah.

Ketika saling membutuhkan barang, cukup buat tanda terima seadanya. Namun bilamana ada salah satu dari mereka cedera janji khususnya masalah pembayaran, maka beritanya secepat kilat menyebar sehingga tidak ada lagi yg mau menyuplai produk ke orang tsb.

Jaringan yang kuat, solid dan menyebar secara alamiah terbentuk. Akhirnya sekarang kita lihat hampir di seluruh gudang bisnis.

Semoga kita bisa ambil pelajaran yang positif dari mereka dan harapan saya anggota AMRI perlahan dapat membentuk jaringan bisnis diseantero negeri, Aamiin.

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Deni’s Mart

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment