Social Links
AMRI | MAGNET MENARIK PELANGGAN DI TOKO RETAIL
18440
post-template-default,single,single-post,postid-18440,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

MAGNET MENARIK PELANGGAN DI TOKO RETAIL

Oleh : Maryono *)

Salah satu key success faktor dalam berdagang adalah penjualan. Agar jualannya bagus, biasanya pedagang mencari lokasi toko yang strategis, ramai dan sesuai dengan target pasar yang dibidik.

Banyak kasus di lokasi yang dianggap sudah tepat pun. Ternyata tokonya masih sepi pembeli. Lalu bagaimana membuat toko itu jadi ramai dikunjungi orang dan menghasilkan konversi penjualan yg tinggi ? Bahkan di lokasi yang kurang strategis sekalipun ?

Kita harus menciptakan magnet, bahasa Suhu Wan mungkin ini bagian dari monopoli, di toko agar orang dapat tersedot oleh magnet tersebut.

Apa langkah menciptakan magnet dengan daya sedot tinggi ? Tergantung apa barang jualan dan sumber daya yangg dimiliki.

Pengalaman saya di bidang elektronik, sepeda motor, kuliner, pupuk, beras, rumah kos, developer property (ada sekitar 5 cluster yang saya bangun sangat dekat dengan kantor Suhu Wan), dan saat ini saya baru mulai fokus di minimarket, hampir di seluruh usaha tersebut saya mencatat penjualan di atas rata-rata pesaing.

Pada kesempatan ini saya pilih topik magnet di toko retail khususnya minimarket seperti Alfa atau Indomaret.

Apa langkah-langkah praktis menciptakan magnet tersebut ?

1. Produk
Pilihlah produk terbaik yang disukai konsumen. Contohnya beras organik, yang saya jual waktu itu jadi magnet luar biasa. Rasanya enak, sehat dan harganya terjangkau. Bisa juga sayuran, bumbu dapur, herbal, detergent, dan lain lain. Yang penting memiliki keunikan yang tidak ada pada pesaing kita.

2. Harga
Sebagian besar konsumen di negara kita masih sangat sensitif terhadap harga. Artinya harga lebih murah dari pesaing dapat jadi magnet.

Tahukah anda bahwa setiap orang punya kemampuan terbatas hanya dapat mengingat sekitar 10-15 item harga barang ?

Itu pun yang sering mereka konsumsi seperti minyak, beras, gula, detergent, susu, telur dan lain lain. Jadi kita harus beri harga yang kompetitif untuk produk tersebut.

Ini yang menimbulkan persepsi bahwa toko kita murah. Sementara harga barang lain kita sesuaikan dengan pesaing tidak beda jauh.

3. Promosi
Komunikasikan kepada konsumen bahwa di toko kita ada harga murah dan produk unik. Display produk di tempat yang mudah terlihat, diberi tulisan.

Gunakan media promosi yang efektif, seperti sosial media atau flyer khusus di lingkungan sekitar toko. Berikan hadiah langsung yang terkesan mahal padahal biayanya murah. Saya pernah kasih es krim buatan sendiri seharga 500 rupiah gratis tiap belanja 50 ribu. Konsumen tahunya harga es krim mahal.

4. Tempat
Kita bisa sewakan tempat di depan toko kepada pedagang yang konsumennya banyak. Seperti gorengan, bakso, dan lain lain. Lebih bagus jika kita bisa adakan mesin ATM.

5. Pelayanan
Banyak konsumen kita saat ini yang belanja dengan pertimbangan pelayanan. Yaitu, ramah dan menyenangkan. Prinsipnya manusia mahluk sosial yang butuh interaksi. Cara melayani bisa menjadi magnet yang luar biasa.

Kita sendiri tanpa disadari sering belanja disuatu tempat karena senang dengan pelayanan penjualnya, sehingga terkadang tidak terlalu peduli dengan harga yg lebih tinggi.

Selain hal di atas tentunya masih banyak cara lain untuk kita jadikan magnet di toko.

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner of Deni’s Mart

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment