Social Links
AMRI | TUNJUKAN PASAR
19187
post-template-default,single,single-post,postid-19187,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

TUNJUKAN PASAR

Oleh : Nasruloh*)

Hijrah ke Madinah tanpa membawa apa pun. Seluruh hartanya ditinggalkan di Mekkah. Saat ditawarkan harta untuk kehidupannya, dia menolak dengan tegas.

Dia berkata, “Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu, cukup bagiku diberitahukan letak pasar kalian.” Dia ditunjukan pasar Bani Qainuqa. Siangnya kembali dengan membawa kelebihan keju dan minyak.

Ke pasar tanpa uang sepeser pun, pulang membawa kelebihan keju dan minyak?

Secara rutin dia pergi ke pasar itu untuk berdagang. Beberapa hari wajahnya bersinar. Dipakaiannya terdapat noda kuning. Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apa yang terjadi ? Dijawabnya, “Baru menikah dengan mas kawin sebesar satu biji kurma emas.”

Coba perhatikan, keuntungan beberapa hari sudah bisa memberikan mas kawin sebesar satu biji kurma emas ?

Dialah Abdurahman bin Auf. Memulai bisnis tidak bertanya berapa modal yang dimiliki. Tidak bertanya keahlian atau produk yang sudah dimiliki untuk dijual.

Langkah awal pertama justru melihat pasar? Permasalahan apa yang dihadapi konsumen. Memahami kebutuhan, harapan dan keinginan konsumen. Lalu berfikir bagaimana menciptakan solusi dan layanan.

Mau berbisnis, Just Do it.

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar

Referensi:
Ensiklopedi Sahabat, Mahmud Al-Mushri, Pustaka Imam Syafii, Desember 2016

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment