Social Links
AMRI | TREN RITEL OFFLINE ONLINE
19215
post-template-default,single,single-post,postid-19215,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

TREN RITEL OFFLINE ONLINE

Oleh: Adjib Mada Winata *)

Pembahasan ritel offline dan online seolah pembahasan yang tiada pernah akhir, karena selalu menarik untuk dibahas. “Musim gugur” ritel offline (kebanyakan dialami peritel besar) di berbagai negara (termasuk di Indonesia) sejak tahun 2017 menambah bumbu penyedap pembahasan tentang ritel offline dan online untuk di beritakan dan didiskusikan.

Pada awal terjadinya “musim gugur” ritel offline, banyak yang menuding tumbuhnya ritel online secara massive sebagai penyebabnya. Setelah beberapa waktu kemudian, para pelaku ritel menengarai bahwa “musim gugur” ritel offline selama ini dipengaruhi oleh pola konsumsi belanja masyarakat yang berubah, sehingga perlu bentuk dan formula baru dalam dunia ritel.

Porsi Transaksi Ritel

Transaksi ritel (baik offline maupun online) di Indonesia mempunyai porsi mayoritas sebesar 60% dari total uang yang beredar di masyarakat. Begitu pula banyak dialami di berbagai negara di dunia.

Saat ini porsi transaksi ritel online di Indonesia baru mencapai sekitar 2% dari total keseluruhan transaksi ritel. Sedangkan di luar negeri, di kiblatnya ritel online saat ini sebesar 14% untuk Amerika dan tertinggi di Tiongkok mencapai 18%. Khusus di Indonesia, walaupun baru 2%, pertumbuhan transaksi ritel online di negara kita adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

Perwakilan Dua Generasi

Ritel offline dan ritel online bisa dikatakan mewakili dua generasi yang berbeda. Ritel offline diwakili oleh generasi jaman old, sedangkan ritel online diwakili (didominasi) oleh generasi jaman now.

Coba lihat para pelaku bisnis online tanah air yang baru moncer saat ini, semisal Ahmad Zaky (Bukalapak), Nadiem Makarim (Gojek), Andrew Darwis (Kaskus) dan lain-lain adalah perwakilan generasi jaman now dengan usia di bawah 50 tahun.

Sedangkan penguasa ritel offline banyak di dominasi oleh generasi jaman old seperti Chairul Tanjung (Transmart), Djoko Susanto (Alfamart), Suhu Wan (Idolmart) dan lain-lain sudah berusia di atas 50 tahun.

Begitu juga bila dilihat dari sudut pandang pangsa pasar. Generasi old akan lebih familiar, nyaman dan senang belanja secara offline, sedangkan generasi now cenderung lebih suka berbelanja online untuk produk-produk tertentu (tidak semua produk).

Offline atau Online?

Kalau ditanya, pilih mendirikan bisnis ritel offline atau online? Generasi jaman now akan lebih condong memilih bisnis ritel online, kenapa? Lebih cepat, lebih hemat (tidak boros modal), tidak boros tempat dan sesuai jamannya.

Tapi perlu diingat bahwa ritel offline tetap bisa jalan tanpa adanya online. Sedangkan ritel online relatif sulit jalan tanpa di support oleh offline.

Mengawinkan Online dan Offline

Lahir, tumbuh berkembang kemudian mati adalah sebuah siklus kehidupan. Tak terkecuali di bisnis ritel offline maupun online.

Entah karena terpapar ritel online atau karena alasan lainnya, ritel offline juga bisa almarhum. Begitu juga dengan bisnis ritel online, juga bisa mati. Sebuah bisnis yang mudah berdiri dan mudah tumbuh, biasanya juga lebih mudah matinya.

Lalu bagaimana strategi agar bisnis ritel (baik offline maupun online) bisa bertahan dan berkembang?

Salah satu caranya adalah mengawinkan keduanya. Bisnis ritel yang semula hanya offline, dikawinkan dengan online. Dan bisnis ritel yang semula online saja dikawinkan dengan offline. Jadilah bisnis offline online.

Tren Offline Online

Perlu disadari bahwa baik ritel offline maupun online bukanlah dua musuh saling berhadapan, saling membunuh satu sama lain. Tapi kedua-duanya merupakan suatu alat atau cara atau jalan untuk mencapai tujuan, yaitu memasarkan suatu produk kepada konsumen.

Kesimpulannya adalah bila kita punya suatu produk tertentu dan siap dipasarkan, maka pasarkanlah melalui offline dan online. Dengan begitu secara otomatis kita sudah memasarkannya ke generasi old dan generasi now sekaligus. Ritel offline online sudah menjadi tren.

*) Penulis adalah Sekjen DPP Asosiasi Masyarakat Ritel Indonesia (AMRI), konsultan dan praktisi bisnis ritel.

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment