Social Links
AMRI | Trans Corp Utang USD 275 Juta Demi Ekpansi Gerai
20138
post-template-default,single,single-post,postid-20138,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Trans Corp Utang USD 275 Juta Demi Ekpansi Gerai

JAKARTA, Ritelnews.com – PT CT Corpora atau Trans Corp akan terus melakukan ekspansi gerai hingga 2025. Demi mewujudkan hal itu, Trans Corp rela utang ke International Finance Corporation (IFC) sebesar USD 275 juta. Adanya pembukaan gerai baru diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru.

Sayangnya pihak Trans Corp tidak mau berkomentar mengenai kucuran dana dari IFC itu. Saat ditemui kontan.co.id di acara peresmian gerai Okidoki di Transmart Cempaka Putih, Jumat (18/10/2019), VP Corporate Communication Trans Retail, Satria Hamid, tutup mulut.

IFC mengucurkan dananya ke Trans Corp sejak Februari 2019. Trans Corp berharap investasi yang didapat dari IFC bisa menambah gerai di 25 kota di Indonesia. Targetnya, menciptakan lapangan kerja baru dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 30.000 di seluruh Indonesia.

Tidak hanya ekspansi dengan menambah jumlah gerai, Trans Corp juga berinovasi untuk meningkatkan penjualan di bidang ritel. Salah satunya adalah dengan membuka Okidoki, gerai pertama fast fashion Trans Retail di Transmart Cempaka Putih. Trans Corp juga berinovasi dengan membuka gerai di sektor furnitur, Trans Living.

“Kondisi pasar membuat kami harus terus berinovasi dengan diversifikasi produk di Transmart,” ujar Satria kepada kontan di Jakarta, Jumat (18/10/2019). Strategi diversifikasi dan penambahan gerai ternyata mampu mencatatkan hasil positif. Terbukti realisasi kinerja Trans Retail secara umum di kuartal III cukup baik.

Memang kinerjanya sedikit terganggu pada September 2019 lalu. Ini dikarenakan adanya demo besar-besaran yang terjadi pada September 2019 lalu di Jakarta. Satria mengatakan, tingkat kunjungan ke gerai yang berada di dekat lokasi demo, mengalami penurunan.

“Akses ke gerai ditutup sehingga pengunjung tidak bisa masuk ke gerai. Namun penurunan tidak signifikan,” tutur Satria. Positifnya kinerja perusahaan di bidang ritel, membuat Trans Corp tetap yakin bermain di pasar ritel offline. Menurut Satria, pihaknya belum berencana membuka gerai online.

Penulis: Reza Gautama
Sumber: Kontan.co.id

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment