25 Jul STRATEGI PERITEL KECIL BERSAING DENGAN PERITEL BESAR
Oleh : Suhu Wan (Ketum AMRI & Owner 85 Idolmart)
Banyak peritel kecil yang terpaksa menutup tokonya di saat pesaing besar dengan reputasi besar datang. Namun peritel yang cerdik, dengan merumuskan dan melaksanakan strategi yang tepat, mereka bukan hanya sekedar dapat bertahan hidup, melainkan punya kesempatan untuk berkembang.
Aturan 1.
JANGAN IKUTI PERMAINAN PESAING BESAR
Hindari pertemuan antara “kelemahan kita” dengan “kekuatan pemain besar”. Biasanya melalui daya beli yang besar mereka mendapatkan harga beli yang lebih murah dan menjual dengan harga yang murah pula, jelas langkah ini tidak akan mampu kita ikuti untuk semua produk. Kita bisa menyiasati dengan menekan cost (biaya) lainnya agar lebih rendah (biaya sewa, AC, perawatan dll) dan bisa menyaingi harga hanya untuk produk2 tertentu (fast moving dan produk umum).
Aturan 2.
KALAHKAN MEREKA DI AREA YANG TIDAK MEREKA MASUKI
Jenis dan klasifikasi stok barang sangat banyak sekali, mustahil sebuah toko (termasuk peritel besar) akan menyediakan lengkap 100%. Kita bisa menyediakan produk yang memang tidak disediakan oleh mereka, atau mereka tidak fokus disana. Misalkan walaupun mereka ada menyediakan stok perlengkapan bayi, namun hanya sekedarnya (pampers, botol susu dll), sehihgga kita bisa menyediakan yang lebih lengkap.
Aturan 3.
KALAHKAN MEREKA DALAM HAL PELAYANAN
Kita bisa memberikan pelayanan secara lebih memuaskan, lebih ramah dan lebih bersifat pribadi. Sementara mereka biasanya lebih kaku (dengan mengikuti aturan SOP yang baku) yang ditetapkan oleh pusat. Misalnya kita bisa menjelaskan detail tentang penggunaan dari satu produk sehingga pelanggan lebih puas ketimbang membeli di peritel besar yang tidak memberikan pelayanan seperti itu.
Aturan 4.
PERKERJAKAN ORANG TERBAIK DAN LATIHLAH MEREKA
Jika kita tidak bisa melayani sendiri lagi karena sudah punya banyak cabang, rekrut karyawan yang lebih baik, di peritel besar karena kecepatan pertumbuhan mereka kadang-kadang tidak selalu melakukan terbaik di area ini dan terlalu birokrasi (pengawasan berjenjang). Berikan pelatihan pada karyawan kita, komunikasi yang lebih sering dan pengakuan bagi mereka sehingga dapat membangu loyalitas karyawan dengan lebih baik.
Salam ?jari AMRI
No Comments