Social Links
AMRI | Strategi Omnichannel untuk Ritel Toko Buku
20151
post-template-default,single,single-post,postid-20151,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Strategi Omnichannel untuk Ritel Toko Buku

JAKARTA, Ritelnews.com – Persaingan ritel offline dengan online juga terjadi di segmen toko buku. Kehadiran e-commerce menambah ancaman keberadaan toko buku offline. Karena itu perlu ada strategi baru bagi toko buku untuk bisa bersaing.

Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah omnichannel. Omnichannel adalah saluran penjualan lebih dari satu. Konsumen bisa mendapatkan barang tidak hanya dengan datang ke toko buku. Ada juga saluran lain yang bisa dimanfaatkan konsumen untuk membeli barang.

Konsumen bisa menggunakan website penjualan untuk mencari barang, lalu memesan lewat aplikasi di ponsel dan datang mengambil barang di gerai. Atau bisa juga memanfaatkan layanan antar barang melalui kurir.

Strategi omnichannel ini, menurut Consumer Behaviour Experr and Executive Director Retail Service Nielsen Indonesia Yongky Susilo, perlu diterapkan ritel segmen toko buku agar tidak ditinggalkan pelanggannya. Menurut dia, prospek toko buku cukup baik. Ini dikarenakan produk buku tidak terpengaruh perkembangan zaman.

Namun di tengah banjirnya e-commerce seperti sekarang ini, toko buku tentu harus mulai beradaptasi dengan teknologi. Menggabungkan teknologi dengan cara konvensional, merupakan solusi bagi toko buku agar penjualan tetap stabil atau bahkan meningkat.

Penerapan omnichannel saja, menurut Yongki, tidak cukup bagi ritel segmen toko buku. Menurut dia, perlu ada inovasi lain agar toko buku tidak ditinggalkan pelanggannya. Misal kolaborasi digital experience dan store experience.

Bisa juga, kata Yongki, toko buku menambah gerainya dengan kafe atau tempat makan yang kekinian. Ini perlu untuk menarik pelanggan yang lebih senang nonkrong bersama teman-teman. “Produknya juga perlu ditambah dengan hiasan dan barang-barang unik,” kata Yongki dilansir dari bisnis.com Selasa (15/10/2019).
Penting juga bagi toko buku adalah mendata pelanggannya. Data pelanggan ini, kata Yongky, penting sebagai bahan riset internal untuk mengetahui kebiasaan konsumen. Begitu ada buku baru yang sesuai minat konsumen, lanjut Yongki, toko buku bisa menghubungi pelanggan dan menawarkan buku tersebut.

Penulis: Reza Gautama
Editor: Tim Admin AMRI
Sumber: Bisnis.com

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment