30 Jul SIANG HARI, BERBISNIS ATAU IBADAH SUNAH?
Oleh : Nasruloh *)
Setiap waktu ada keutamaannya sendiri. Setiap waktu ada ibadah utamanya sendiri. Tidak ada ibadah yang selalu lebih utama dalam setiap waktu dan kesempatan. Begitulah Ibnu Qayyim menjabarkan dalam kitabnya Madarijus Salikin.
Bagai Singa di siang hari. Bagai Rahib di malam hari. Begitulah gambaran besar karakter ulama salaf di masa lalu. Bila ada yang bertentangan dengan hal ini maka akan segera diluruskan. Salah satunya oleh Umar Bin Khatab.
Umar Bin Khatab pernah mengusir tiga pemuda yang hanya berdiam diri di Masjid pada siang hari. Semuanya ditanya, “Darimana kamu makan?”
Pemuda pertama menjawab, “Aku hamba Allah, Dia mendatangkan rezeki sebagaimana Dia kehendaki.”
Pemuda kedua menjawab, “Aku memiliki saudara yang menanggung penghidupan. Dia mengambil kayu bakar di gunung lalu menjualnya ke pasar.” Umar Menjawab, “Saudara kamu lebih beribadah daripada kamu.”
Pemuda ketiga menjawab, “Menunggu pemberian orang lain.” Ada jawaban Umar yang masyhur dari kisah ini bahwa langit tidak akan menurunkan emas. Apa tindakan Umar?
Memukul mereka dengan tongkatnya lalu mengusirnya dengan berkata, ” Keluarlah kamu ke pasar!”
Inilah sebuah keutamaan berbisnis dibandingkan fokus pada ibadah sunah di siang hari.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar
Referensi:
Fikh Ekonomi Umar Bin Khatab, Dr Jaribah Bin Ahmad Al Haritsi, Pustaka Kautsar, Desember 2015
No Comments