Oleh: Syarif Ambon *)
Saya termasuk yang beruntung. Di usia 19 tahun, diserahkan oleh keluarga sebuah apotek. Fasilitasnya menyamai distributor barang yang mumpuni. Lokasinya pun ideal. Tentunya dibekali ilmu dari keluarga dengan basic kefarmasian yang lumayan baik.
Jadi tidak butuh waktu lama untuk menjadikan apotek yang awalnya beromset ratusan ribu, menjadi apotek dengan omset jutaan rupiah setiap harinya (sedikit bangga).
Dengan menilik tulisan diatas, yang sedikit bangga, maka kompetitor yang lebih kuat dan lebih berilmu datang ditengah kelalaian saya. Mulailah berdampak besar kepada omset apotek. Saya mulai kewalahan dan bertanya-tanya apakah sudah benar sikap bisnis saya?
Dari semua yang telah saya jalani, terdapat hikmah bahwa lalai sesuatu yang sangat berbahaya bagi seorang pengusaha. Percayalah kempetitor diluar sana selalu menyempatkan waktu untuk menafsirkan apa saja yang disampaikan oleh guru mereka.
Bersiap siagalah karena kompetitor selalu siaga untuk semua hal dibisnis mereka, walau hanya sebutir debu yang mengotori barang dagangan mereka.
Barakallah, semoga menginspirasi.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor AMRI
No Comments