Social Links
AMRI | Saya senang belanja di Indomaret (Bagian 1)
18317
post-template-default,single,single-post,postid-18317,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Saya senang belanja di Indomaret (Bagian 1)

Oleh : imam hanafi*

Minimal 1 minggu sekali, saya belanja ke indomaret (atau alfamart, bagiku 2 raksasa ritel ini sama saja). Belanjanya tak banyak, hanya dikisaran 50 ribu hingga 100 ribu. Itupun biasanya karena beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Melenceng sedikit ya, bagi saya indomaret dan alfamart adalah toko yang sama. Sebagai konsumen, saya tak cukup pandai membedakan keduanya. Pokoknya samalah! he he….. Dalam semua hal, keduanya sama. Atau lebih tepatnya mirip. Hanya yang jeli dan yang punya niat mencari bedanya yang bisa menemukanya. Sekali lagi, buat saya sebagai konsumennya, kedua toko ini sama persis. Saya sering menyebutnya toko kembar, dimana mana keduanya “rukun”, seperti saingan yang diciptakan.

Terus terang saya senang belanja di indomaret (atau alfamart). Ini tentang senang, bukan tentang baik dan buruk, bukan tentang keberpihakan. Sudahlah, kemanapun berpergian, selalu mampirnya ke salah satunya. Begitu dimudahkan. Gampang saja, dari kejauhan sudah terlihat ada papan reklame mencolok yang menjadi identitasnya, yang mana tak saya temui selain keduanya.

Jadi, mengapa saya senang belanja ke indomaret atau alfamart? Setidaknya ada 3 alasan utama. Siapapun boleh punya alasan berbeda. Namun, 3 alasan ini adalah alasan otentik saya, sebagai pelanggannya.

Alasan pertama, Lengkap.
Hampir semua kebutuhan rumah tangga tersedia. Beras, minyak goreng, telor ayam, gula, dan kebutuhan sembako lainnya. Untuk kebutuhan bersih diripun tersedia lengkap, mulai sampo, sabun, sikat gigi, sampai parfum dan minyak rambut. Bahkan kaos dalam, celana dalam, hingga handuk juga tersedia. Lengkap pokoknya. Bagaimana dengan cemilan dan snack? Justru konsumen sangat dimanjakan. Mau cemilan jenis apa saja ada. Tinggal pilih. Minuman dan soft drink? Anda tinggal pilih, bisa dilihat lihat dulu mana yang menarik perhatian Anda untuk diambil. Lengkap banget pokoknya.

Kadang kita ingin beli lauk yang instan, adakah? Ada, aneka olahan frozen food tersedia. Silahkan pilih stick, nugget, spicy, atau lainnya. Bahkan buah buahan segar juga tersedia, ada yang versi kupas siap makan, ada juga buah dalam bentuk yang masih utuh. Mainan anak juga tersedia, meski tak banyak varian.

Saya senang datang dan beli di toko yang lengkap. Sekali datang semua kebutuhan terpenuhi. Sangat dimudahkan. Sangat Efektif. Hemat waktu.
Karena males juga kalau ingin beli 5 -10 item barang harus datang ke banyak toko.
Andai ada toko atau minimarket milik anggota AMRI yang lengkap juga, tentu dan sudah pasti saya akan lebih senang belanja di toko milik teman sendiri. Andai. Tapi memang tak banyak, bahkan saya jarang menemukan toko atau minimarket tradisional yang selengkap kedua toko modern ini.

Guru Besar Ritel Indonesia, yakni suhu Wan MH telah mengajarkan kepada member AMRI bagaimana mengelola toko atau minimarket sebaik indomaret atau alfamart, bahkan lebih baik dari keduanya. Tentu yang beliau sampaikan bukan teori dari buku-buku yang dibaca, bukan. Namun, yang disampaikan berdasarkan ilmu dan pengalaman yang sudah teruji. Sebagai owner 70 minimarket terbaik, tentu beliau sangat kredibel dan kompeten untuk mengajarkan Ilmu Ritel kepada kita semua. Anda boleh cek ilmunya di www.ritelnews.com.
Terkait pentingnya toko yang lengkap ini, suhu Wan pernah bilang “pembeli mau datang ke toko itu untuk beli barang, kalau barang yang dicari tidak ada, maka tidak akan terjadi penjualan”. Sebuah Survey menyatakan 22 % pembeli tidak datang kembali karena alasan barang yang tidak lengkap.

Dari 3 alasan utama saya senang belanja di indomaret atau alfamart, kelengkapan barang yang dijual jadi salah satu alasan utama saya, selain 2 alasan utama yang lain. Untuk 2 alasan utama lainnya justru menjadi alasan kunci, dan akan saya sampaikan di tulisan bagian kedua berikutnya

Salam ? 5 Jari AMRI

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment