01 Jun SANG ZUHUD TENYATA PEBISNIS
Oleh : Nasruloh *)
Dikenal sebagai ahli zuhud. Yang hatinya kosong dari dunia. Namun banyak yang tidak tahu bahwa dia seorang pebisnis yang kaya raya. Kisah kekayaannya terpendam oleh kekaguman masyarakat pada kezuhudannya.
Fudhail bin Iyadh bertanya, “Engkau memerintahkan kami agar zuhud, menyedikitkan hal-hal duniawi dan merasa cukup, namun kami melihat engkau membawa barang dagangan dari negara Khurasan ke tanah Makkah, bagaimana kamu melakukannya.”
Ibnu Mubarak menjawab, “Sesungguhnya aku melakukan itu untuk menjaga diriku, menjaga kehormatan dan menopangku dalam bertaat kepada Allah. Aku tidak melihat kebaikan kecuali aku harus segera melakukannya dengan cepat.”
Kekayaan Ibnu Mubarak banyak digunakan untuk menopang aktivitas kebaikan. Banyak ulama yang fokus menuntun ilmu dan bertakwa yang ditopang kehidupannya dari bisnis Ibnu Mubarak.
Ibnu Mubarak pernah mengoreksi sikap temannya yang fokus beribadah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Dengan sebuah perkataan yang terkenal, “Wangi minyak parfummu kalah dengan wangi keringat perjuangan.”
Kekayaan Ibnu Mubarak pun digunakan untuk melunasi hutang-hutang orang-orang yang ada disekitarnya. Ketika disebuah negri mengalami kelaparan, maka Ibnu Mubarak menyedekahkan hartanya untuk menanggulangi kelaparan tersebut.
Bisnis dan Zuhud. Kekayaan dan Zuhud tidak pernah saling bertentangan ditangan orang yang memahami ilmu yang benar.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar
Referensi:
60 Biografi Ulama Salaf, Syaikh Ahmad Farid, Pustaka Kautsar, Januari 2008
No Comments