Social Links
AMRI | Ritel Modern Target Omzet Tembus Rp 260 Triliun
20095
post-template-default,single,single-post,postid-20095,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Ritel Modern Target Omzet Tembus Rp 260 Triliun

JAKARTA, Ritelnews.com – Bank Indonesia (BI) telah merilis data penjualan ritel di bulan Agustus 2019 dan pada kuartal III tahun 2019. Dari data BI, penjualan ritel mengalami pertumbuhan namun melambat. BI menyebutkan pada kuartal III ini, penjualan ritel hanya tumbuh 1,8 persen YoY dibanding pada kuartal III tahun 2018 sebesar 4,6 persen.

Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey. Menurut Roy, pada kuartal III tahun 2019, penjualan ritel tumbuh pesat sekitar 5 persen dibanding periode sama tahun lalu. “Estimasi nilai penjualan Rp 15 triliun sampai Rp 20 triliun,” ujar Roy dilansir dari Investor.id, Selasa (8/10/2019).

Secara keseluruhan, Aprindo memancang target omzet ritel modern sebesar Rp 260 triliun di tahun 2019. Target ini tumbuh sekitar 9 persen dibanding realisasi omzet di tahun 2018 yang hanya sebesar Rp 220 triliun. Keyakinan Aprindo didasarkan pada banyaknya event-event yang mendorong tumbuhnya penjualan ritel.

Event-event itu antara lain adalah adanya pemilu 2019 yang disebut mampu mendorong penjualan ritel dan event Indonesia Great Sale 2019 yang diselenggarakan pada Agustus lalu. Indonesia Great Sale diselenggarakan dalam rangka merayakan HUT ke-74 RI. “Event ini mendapat respons cukup positif,” kata Roy.

Menurut Roy, event-event semacam Indonesia Great Sale perlu terus diadakan untuk mendongkrak penjualan ritel. Puncak penjualan ritel tahun ini menurut Roy ada di kuartal II dan kuartal IV. Sebab di kuartal II adalah momen lebaran dan libur anak sekolah sementara di kuartal IV ada Natal dan Tahun Baru.

“Daya beli konsumen masih stabil tahun ini sehingga tidak mempengaruhi penjualan ritel,” paparnya. Bagaimana dengan keberadaan e-commerce? Bagi Roy, menjamurnya e-commerce tidak mempengaruhi penjualan ritel modern walaupun e-commerce disebut sebagai penyebab tutupnya gerai-gerai ritel modern.

Ini dikarenakan konsumen masih butuh belanja secara fisik. Menurut dia, tutupnya beberapa gerai ritel tidak menggambarkan kondisi pasar ritel seutuhnya. Roy menyebut , gerai ritel tutup bukan karena bangkrut tapi akan melakukan pembaruan. Yaitu ingin melakukan inovasi brand atau ingin mengubah konsep toko.

Penulis: Reza Gautama
Sumber: Investor Daily

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment