Social Links
AMRI | Properti Ritel di Jakarta Tumbuh Tipis
20162
post-template-default,single,single-post,postid-20162,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Properti Ritel di Jakarta Tumbuh Tipis

JAKARTA, Ritelnews.com – Adanya moratorium pembangunan mal di Jakarta tidak terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan properti ritel di tahun 2019. Hasil riset Coldwel Banker Commercial (CBC) Indonesia mencatat properti ritel di Jakarta masih tumbuh positif di tahun ini. Ini terlihat adanya penambahan ruang ritel baru 2019.

Selama 2019, menurut hasil riset Coldwel Banker Commercial Indonesia, ruang ritel bertambah sebanyak 5.440 meter persegi. Dibandingkan dengan tambahan jumlah pasok pasar ritel tahun lalu, ada penurunan 56,10 persen. “Kinerjanya masih positif walau tipis,” ujar Managing Partner of Real Estate Management CBC, Tommy Bastamy, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Jumat (25/10/2019).

Menurut Tommy Bastamy, pergerakan properti ritel yang moderat di kuartal III tahun 2019 dipengaruhi beberapa faktor selain moratorium. Di antaranya adalah karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih tertekan dan isu-isu politik yang berkembang akhir-akhir ini.

Pertumbuhan ruang ritel baru ini berasal dari pengembangan properti mixed-use bukan dari mal baru. Artinya penambahan ruang ritel baru bergantung pada sektor properti lain semisal apartemen. Artinya properti ritel saat ini adalah sektor pendukung bagi sektor properti lain.

Pertumbuhan ruang ritel baru yang minim tidak sebanding dengan penawaran yang ingin mengisi ruang ritel baru. Dampaknya tingkat serapan ruang ritel cukup tinggi. Data CBC mencatat, okupansi ritel di Jakarta mencapai 93,30 persen pada kuartal III tahun 2019.

Jika diakumulasi dari Januari hingga September 2019 tingkat serapan mencapai 6.913 meter persegi. Jumlah ini naik 15,50 persen dibanding tahun lalu. Tingginya okupansi properti ritel di Jakarta berkat kontribusi tenancy mix yang pertumbuhannya paling tinggi beberapa tahun belakangan.

Tenancy mix ini mayoritas menjual makanan dan minuman. Banyaknya tenancy mix ini untuk menunjang gaya hidup warga Jakarta yang senang nonkrong bersama teman-teman di tempat makan dan minum. Selain tenant food and beverages, penyewa ritel yang berkontribusi adalah tenant specialty dan ekspansi fast retail seperti Uniqlo, H&M.

Penulis: Reza Gautama
Editor: Tim Admin AMRI
Sumber: Bisnis.com

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment