Social Links
AMRI | PERSAINGAN BISNIS TERJADI KARENA “TIDAK ADA YANG BERBEDA” (Bagian 1)
17621
post-template-default,single,single-post,postid-17621,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

PERSAINGAN BISNIS TERJADI KARENA “TIDAK ADA YANG BERBEDA” (Bagian 1)

Hari Kamis kemarin saya mengantar Ibu pulang ke kampung halaman di Pekanbaru Riau setelah selama 2 bulan lebih tinggal di Bogor. Walaupun berusaha kami tahan agar Ibu mau tinggal lebih lama tetap saja beliau minta pulang karena mau menikmati dan menjalankan ibadah puasa di kampung halaman. Dari Bandara saya dijemput oleh seorang ponakan yang selain bekerja memiliki usaha laundry kiloan, di perjalanan dia curhat usahanya pada saya.

Usaha Laundry kiloannya yang sudah berjalan beberapa tahun cukup lumayan bisa 100 kg per hari, namun karena tingkat persaingan yang tinggi dan cenderung terus ada pesaing yang baru buka membuat harga jual per kg Rp 5.000 tidak pernah naik. Saya bertanya,”Kenapa harga tidak pernah dinaikkan?”
“Semua pesaing juga harganya segitu Pak Wan” (ponakan saya memanggil saya Pak Wan karena orang melayu:grinning:),”Jika harga dinaikkan maka pelanggan akan lari ke pesaing”, jawabnya.
“Harga sewa ruko naik nggak?” tanya saya lagi
“Naik Pak Wan, biasanya setiap 2 tahun, sekarang sewanya sudah Rp 12 juta per tahun”
“Gaji karyawan naik nggak setiap tahun?”
“Naik juga”
“Biaya listrik, sabun dll naik nggak?”
“Iya naik terus”
“Jumlah pelanggan bertambah nggak?”
“Cenderung tetap, per hari 100 kg, karena pesaing yang terus bertambah” jawab ponakan saya.
“Berarti selama berapa tahun ini karena jumlah pelanggan kamu tetap, harga per kg tidak pernah berubah, sementara biaya-biaya setiap tahun naik, maka keuntungan kamu selalu terus menurun setiap waktu kan?” kesimpulan saya.

Konten hanya untuk Anggota Premium

Login untuk membuka

Wan MH

(Ketum AMRI)

Suhu Wan MH
95ropi@gmail.com
No Comments

Post A Comment