14 Nov PERKEMBANGAN BISNIS RETAIL DI INDONESIA
MENTOR#AMRI#Perkembangan bisnis ritel di Indonesia di bagi 2 yaitu Ritel Tradisional dan Ritel Modern. Ritel Tradisional adalah bisnis yang dibangun oleh pemerintah, pemerintah daerah, koperasi, usaha skala kecil, modal kecil dan umumnya banyak yang proses jual beli barang dagangannya melalui tawar menawar seperti pasar tradisonal dan toko kelontong. Ritel modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir berbentuk perkulakan.
Sejarah perkembangan ritel modern di mulai dengan berdirinya SARINAH Department Store di Jakarta. Sarinah adalah toko serba ada atau “department store” pertama di Indonesia. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1962. “Sarinah merupakan ‘sales promotion’ barang-barang dalam negeri, terutama hasil pertanian dan perindustrian rakyat. Bangunannya dirancang dengan bantuan Abel Sorensen dari Denmark dan dibiayai dari rampasan perang Jepang,” kata Bung Karno seperti dikutip dari laman resmi Majalah Historia.
Perkembangan bisnis ritel selanjutnya mulai muncul departement store dan supermarket lain yang lebih modern seperti Matahari, Truly, Gelael, Kem Chick, Tip Top dan Ramayana di tahun 1970an. Di era tahuan 90an mulai masuk Peritel asing seperti Sogo, Metro, Makro dan WalMart. Selain itu group Matahari meluncurkan Mega M, Group Indomarco meluncurkan Indomaret dan Super Indo, Group Alfa dengan toko gudang rabat Alfa, Alfamart. Era setelah 2000an, Dairy Farm meluncurkan format hypermarket Giant, Group Alfa dengan format convinience store Alfa express dan Alfa Midi, Carrefour membeli 31 gerai toko gudang rabat Alfa dan mengubah menjadi carrefour walau akhirnya berubah lagi menjadi TransMart. Group Matahari meluncurkan Hypermart pada tahun 2004. Lotte Mart resmi membeli Makro dan berubah menjadi Lotte Mart.
Pertanyaanya apakah kita sebagai pelaku bisnis Ritel bisa masuk atau berbisnis dengan kondisi seperti sekarang ini? Dengan banyaknya peritel modern? Jawabannya insya Allah BISA. Dalam dunia Ritel kita harus menguasai TRILOGI ILMU RITEL atau TIGA SATUAN yang saling berhubungan saling bertaut dan saling bergantung, dimana konsep ini di perkenalkan oleh Pendiri AMRI yaitu Bapak Wan MH, Pemilik Toko Ritel Idolmart dengan 66 cabang saat ini. Apa Trilogi Ritel tersebut :
1. Omset
2. Stock Barang
3. ITO atau Inventory Turn Over
Apa itu omset : jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual. Stock barang adalah semua stock yang ada pada waktu yang telah di tetapkan termasuk barang di rak tampilan (display) dan yang ada di ruang belakang atau juga yang ada di gudang. Sedang ITO atau Inventory Turn Over adalah tingkat perputaran persediaan barang. Ketiga konsep tersebut bisa kita pelajari dan pada akhirnya kita bisa kuasai di dalam menjalankan bisnis ritel. OMSET adalah AKIBAT dan tidak bisa kita tingkatkan karena di luar kuasa kita, tetapi kita bisa merubah (meningkatkan) STOK dan ITO yang merupakan PENYEBAB omset berubah
Inventory turn over (ITO) adalah stok rata rata dibagi omset perhari, Omset perhari adalah stok rata rata di bagi ITO sedangkan Stok rata rata adalah Omset perhari di kalikan ITO. Semakin rendah ITO, maka semakin baik bisnis tersebut, karena dengan stok sama maka omset akan semakin baik pula. Penulis juga sudah pernah menerapkan konsep TRILOGI ini, di mana salah satu cabang toko ritel Penulis yang bermasalah dan hampir saja diekseksui untuk di tutup, namun dengan menerapkan konsep ini, akhirnya toko tersebut dapat bertahan dan bahkan omsetnya bisa naik 3 kali lipat, suatu pencapain yang tidak pernah di bayangkan sebelumnya, namun benar benar terjadi. Itulah kehebatan Trilogi Ritel tersebut.
Bagaimana dengan kondisi sekarang dimana bisnis online mulai berkembang pesat?
Bersambung….
Selain itu, masih banyak ilmu ritel hebat lainnya di AMRI. Suatu keberuntungan bisa kenal dan gabung AMRI. Salam 5 Jari.. AMRI.. !!
Yoan
Posted at 21:51h, 05 DesemberKeren pak andri