Social Links
AMRI | Peritel Besar Jepang akan Tutup Ribuan Gerai
20099
post-template-default,single,single-post,postid-20099,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Peritel Besar Jepang akan Tutup Ribuan Gerai

JAKARTA, Ritelnews.com – Ketatnya persaingan industri ritel offline dengan online berdampak terhadap perusahaan besar ritel offline. Kini perusahaan raksasa ritel asa Jepang Seven & I Holdings Co yang terkena dampaknya. Seven & I Holdings Co berencana menutup ribuan gerainya sebagai langkah restrukturisasi.

Seven & I Holdings Co merupakan perusahaan pemilik ritel 7-Eleven, Sogo dan Seibu. Selain menutup ribuan gerainya di Jepang, Seven & I Holdings Co juga berencana memutus hubungan kerja para pegawainya. Jumlah pegawai yang akan di PHK diperkirakan berjumlah 6.000 orang.

Rinciannya 3.000 pegawai dari 7-Eleven dan 3.000 pegawai Sogo dan Seibu. Untuk 7-Eleven, Seven & I Holdings Co akan menawarkan insentif bagi para pemilik waralaba yang mau beroperasi hingga 24 jam. Perusahaan ini juga mengambil langkah menurunkan harga franchise nya agar tetap bisa bertahan.

Langkah pemberian insentif ini diambil di tengah banyaknya keluhan dari pemilik waralaba yang tetap harus bekerja dalam kondisi darurat. Di Jepang, para pemilik waralaba diharuskan bekerja di tengah badai salju dan tetap bekerja walau ada kerabat meninggal dunia karena tekanan dari pemilik perusahaan. Ini mengundang perhatian regulator di Jepang.

Untuk ritel Sogo dan Seibu, Seven & I Holdings Co akan menutup beberapa gerainya di pusat perbelanjaan Ito-Yokado serta department store. Gerai yang ditutup adalah gerai yang dinilai memiliki kinerja negatif. Karena itu perusahaan akan mem PHK 3.000 karyawan selama beberapa tahun ke depan.

Diberitakan Kontan.co.id melansir Japan Times, di Ito-Yokado, Seven & I bakal memotong 1.700 karyawan. Sementara gerai Sogo & Seibu diproyeksikan kehilangan 1.300 pekerja. Biarpun akan menutup ribuan gerai dan memangkas karyawan, Seven & I Holdings masih tetap memproyeksikan laba tumbuh 2 persen secara tahunan.

Seven & I Holdings memperkirakan labanya menjadi 420 miliar atau sekitar US$ 3,9 miliar. Seven & I Holdings memang tengah menghadapi banyak masalah. Sebelumnya sistem pembayaran digital milik mereka bernama 7 Pay, diretas. Akibatnya, 7 Pay kini tidak lagi digunakan.

Penulis: Reza Gautama
Sumber: Kontan.co.id

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment