23 Okt Penjualan Ritel Online Makin Menguat di 2024
JAKARTA, Ritelnews.com – Saat ini penjualan ritel secara offline di Amerika Serikat masih tinggi dibanding ritel online. Perusahaan ritel raksasa di Negeri Paman Sam masih menganggap penjualan online sebagai pelengkap. Ini dikarenakan, konsumen lebih senang berbelanja langsung ke supermarket ketimbang lewat online.
Namun ke depan penjualan online akan semakin besar seiring perkembangan teknologi. Firma riset ritel Endge by Ascential yang berbasis di Boston memprediksi di tahun 2024 penjualan online akan semakin besar. “Kami melihat akan ada pergeseran besar dari offline ke online beberapa tahun ke depan,” ujar analis Endge by Ascential, Violetta Volovich dilansir Sindonews.com Selasa (10/9/2019).
Artinya, ke depan, penjualan online tidak lagi menjadi opsi tapi menjadi katalis bagi pertumbuhan industri ritel dunia. Firma ini memproyeksikan penjualan ritel global di 2024 sebesar USD 2,8 triliun. Dari jumlah itu, 13 persennya akan dikuasai online yaitu sebesar USD 162 miliar.
Melihat geliat pasar ritel online di 2024, Endge by Ascential menyatakan perusahaan ritel meningkatkan investasinya di bidang teknologi untuk transformasi digital secara cepat. Mereka juga akan menyiapkan jaringan suplai dan kemitraan. Menurut Endge by Ascential, hal ini perlu untuk memudahkan pelanggan dalam transaksi.
Sehingga pada 2024 nanti, 82 persen perusahaan online global akan memperkuat format ritel omnichannel. Lalu 15 persen perusahaan menggunakan pureplay dan sisanya 3 persen menggunakan 3P marketplace. Format ini akan didukung dengan pelayanan di jejaring sosial.
Menurut Endge by Ascential, beberapa perusahaan ritel sudah memperkuat format omnichannel dari sekarang. Contohnya adalah Kroger yang memperkuat model bisnis e-commerce. Walmart memperkuat proses pengiriman barang. Amazon memperkuat AmazonFresh dan fokus mengembangkan Whole Foods untuk membangun kedekatan dengan pelanggan.
Beberapa perusahaan ritel independen dan regional juga memperkuat teknologinya. Seperti Raley’s menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengoptimalkan strategi penentuan harga. Ada SpartanNash dengan sistem geofencing nya. Geofencing adalah strategi menentukan pelanggan dengan basis lokasi.
Penulis: Reza Gautama
Editor: Tim Admin AMRI
Sumber: Sindonews.com
No Comments