Social Links
AMRI | Penjualan Ritel di AS Turun, Negeri Paman Sam Terancam Resesi?
20135
post-template-default,single,single-post,postid-20135,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Penjualan Ritel di AS Turun, Negeri Paman Sam Terancam Resesi?

JAKARTA, Ritelnews.com – Pasar di Amerika Serikat sedang lesu. Ini terlihat dari adanya penurunan penjualan ritel di bulan September. Apakah ini pertanda Amerika Serikat terancam resesi?

Dilansir dari cnbcindonesia.com, penjualan ritel di Amerika Serikat pada bulan September 2019 turun 0,3 persen dibanding bulan Agustus 2019. Pada Agustus 2019, penjualan ritel naik 0,6 persen month-on-month (MoM). Penurunan ini kali pertama terjadi di Negeri Paman sejak Februari 2019.

Ada beberapa penyebabnya. Yaitu menurunnya penjualan kendaraan bermotor, material bangunan dan alat-alat kesenangan/hobi. Ini ternyata berdampak pada perdagangan bursa di Wall Street yang melemah.

Pelaku pasar meyakini Bank Sentral AS, The Federal Reserve, akan menurunkan suku bunga acuan bulan ini. Penurunan suku bunga acuan untuk menekan kelesuan di tingkat konsumen dimana daya beli masyarakat jadi berkurang. Memang tekanan inflasi di Amerika Serikat masih bisa dikendalikan karena belum menyentuh target The Fed 2 persen dalam jangka menengah.

Namun jika situasi ini terus memburuk, bukan tidak mungkin Amerika Serikat akan kembali mengalami resesi. Analisa dari cnbcindonesia.com, resesi tidak akan terjadi di Amerika Serikat karena ekonominya masih tumbuh walaupun melambat.

Data memperlihatkan pada kuartal I-2019, ekonomi AS tumbuh 3,1 persen secara kuartalan yang disetahunkan (annualized). Pada kuartal berikutnya mencatatkan pertumbuhan 2 persen. Pada kuartal III-2019, The Fed) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,8 persen.

Dilihat dari data ini, cnbcindonesia.com yakin tidak akan terjadi resesi di Amerika Serikat pada tahun 2019. Pun di tahun 2020, ekonomi Amerika Serikat diperkirakan tetap tumbuh di kisaran 1,7 persen hingga 2,3 persen.

Data penurunan ritel di September ini hanya data bulanan yang kurang mencerminkan tren. Data tahunan lah yang lebih menggambarkan situasi. Jika menggunakan data tahunan, penjualan ritel di Amerika Serikat tumbuh 4,1 persen year on year (YoY).

Penulis: Reza Gautama
Sumber: cnbcindonesia.com

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment