05 Mei PEMBUAT ALAT VS PEMAKAI ALAT
Kata marketing begitu heboh di ucapkan anak Bangsa di jaman now. Begitu cintanya dengan marketing, banyak di antara kita menyebut dirinya dengan sebutan bermacam-macam yang disematkan sebagai ahli marketing pada dirinya.
Tidak ada yang salah memang, memasarkan produk orang tanpa bersusah payah memproduksi sendiri. Begitu banyak seminar, workshop, buku-buku soal marketing, dan segala macam ilmu marketing jenis lainnya.
Semua bagus adanya, ijinkan saya melihat dari sudut pandang yang lain.
Menurut saya, belum lengkap rasanya kalau tidak bisa menguasai produksi sendiri. Bahkan produksi ini lebih penting di kuasai sebelum marketing, karena dengan menguasai produksi , kita yang menentukan harga dan trend produk dari waktu ke waktu.
Terpikirkan? jika semua kita anak bangsa ini, hanya pandai menjual, dan tidak pandai menguasai produksinya, kita akan menjadi bangsa yang hanya jadi target pasar saja.
Artinya, KITA BANGSA PENJUAL ALAT, bukan produsen alat. Ada yang lebih parah lagi, kita menjadi bangsa PEMAKAI ALAT.
Lalu siapa yang memproduksi? Apakah kita puas menjadi bangsa penjual saja, dan terus-terusan menjadi bangsa penjual barang dari bangsa lain?
Padahal menjadi produsen itu jauh lebih penting, biar tidak terus di kendalikan pasar oleh para produsen.
Menurut saya, kekuatan yang perlu dikuasai terlebih dulu adalah bagaimana cara memproduksi sebuah barang, lalu kuasai juga pasarnya.
Jika online, terus merangkak melebarkan sayapnya, ke depan sistem berjualan lebih efisien, dari produsen langsung ke konsumen, tanpa melalui distributor lagi, lalu di mana posisi kita?
Saat ini, memang semua barang produksi di kuasai oleh negeri Cina. Hampir semua barang buatan Cina. Lalu kita dengan bangganya berlomba-lomba mendapatkan barang dari negri Cina. Lambat laun, semakin sedikit saja anak Bangsa ini yang mau memproduksi barang, karena kalah bersaing dengan negeri tersebut.
Memang tidak mudah untuk mengimbangi produk dari Cina yang murah dan lengkap, dengan segala jenis barang ada.
Ajaibnya, sampai kesetan, sajadah aja kita membeli dari Cina, lalu karya kita apa? Penjual tok! Sampai kapan?
Memang tidak mudah, tapi kita juga harus mulai belajar memproduksi barang sendiri.
Berubah mulai sekarang atau kita menjadi penonton dagangan orang di negeri sendiri.
#renungan untuk diri sendiri#
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Hayashi Toys Mart
No Comments