Social Links
AMRI | PEKAN CASHFLOW PARA MENTOR
18681
post-template-default,single,single-post,postid-18681,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

PEKAN CASHFLOW PARA MENTOR

Oleh: Tim Redaksi AMRI

Tulisan para Mentor AMRI selama sepekan kemarin dipenuhi sharing tentang Cashflow. Dimulai dari tulisan dari bang Hadi yang menulis antara Cash dan profit.

Mengapa bisnis untung, tetapi kesulitan membayar gaji dan suplier ?

Untuk membedah teka-teki ini, bang Nasrulloh membahas perbedaan konsep laba dan cash. Penjualan hanya langkah awal untuk mendapatkan cash. Namun cashnya bisa belum didapat karena masih dalam bentuk piutang.

Laba juga bukan bentuk kemampuan membayar. Bisa jadi stock yang terjual sangat kecil daripada stock yang mengendap di gudang. Belum lagi jatuh tempo ke suplier yang lebih cepat dari ITO barang.

Bang Adib dan bang Maryono, duet maut dalam pembahasan Cashflow. Tidak hanya dalam skala bisnis tetapi juga pribadi.

Bang Maryono menjelaskan bagaimana pengelolaan cashflow para pedagang Glodok. Mereka tak mementingkan gaya hidup. Mereka sangat peduli dengan dead stock. Bila ada yang tidak bayar karena kesengajaan atau penipuan, langsung diisolasi orang tersebut.

Bang Maryono juga menjelaskan pengalamannya disaat krisis. Dengan merubah stock menjadi uang dan menjadwalkan kembali pembayaran hutang.

Bang Adib pun berbicara disaat krisis 2008. Merubah dead stock menjadi uang. Juga pembahasan cash flow untuk membiayai gaya hidup yang sering menghancur bisnis.

Tips menghasilkan cashflow oleh bang Adib diformulasikan dalam 4 jurus. Yaitu memadukan turnover barang dan gross margin. Jurus ini bisa digunakan oleh member AMRI untuk mensiasati persoalan cashflow.

Salam 5 Jari

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment