Social Links
AMRI | Omzet Ritel Modern Tahun ini Tembus 150T
19974
post-template-default,single,single-post,postid-19974,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Omzet Ritel Modern Tahun ini Tembus 150T

Ritelnews.com – Sepanjang semester I 2019, nilai penjualan atau omzet ritel modern mencapai angka Rp 150 triliun. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penjualan ritel tahun ini dinilai jauh lebih baik.

“Walaupun beberapa ritel gerai modern yang tutup, tetapi secara total omset ritel modern tahun 2019 naik dibanding tahun lalu. Yang tutup itu adalah ritel modern dg format supermarket/hipermarket, sedangkan ritel dg format minimarket tumbuh dg subur. Jadi hanya pergeseran konsumen yg beralih belanja ke minimarket.” Ucap Suhu Wan, Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Ritel Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan sepanjang semester I 2019, perekonomian Indonesia cukup stabil sehingga mempengaruhi daya beli konsumen.

Di samping itu, terdapat pesta demokrasi yang secara tidak langsung mendorong penjualan ritel modern, kontribusi pemilu terhadap penjualan ritel mencapai angka 30 persen. Pemilu cukup berkontribusi positif terhadap ritel modern karena selama masa kampanye dibutuhkan produk makanan dan minuman dan dibelinya di ritel modern.

Selain itu, Lebaran juga terjadi di semester I 2019 dan sangat terasa dampaknya pada ritel modern karena sebagian besar masyarakat Indonesia merayakan Lebaran maka kebutuhan Lebaran seperti biskuit, sirup dibelinya juga di ritel modern. Hampir semua anggota Aprindo melaporkan kenaikan penjualan hingga 40 persen selama Lebaran yang merupakan musim panen penjualan.

Sepanjang semester I 2019, realisasi belanja pemerintah daerah dan pusat juga tidak tertunda seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak pemerintah daerah yang merealisasikan belanjanya di awal tahun.

“Realisasi omzet ritel modern pada semester I 2019 mencapai angka Rp 150 triliun dan cukup positif, kami sangat bersyukur bisa memperoleh angka itu,” ujar Roy seperti yang diberitakan di situs beritasatu.com, Jumat (16/8/2019).

Hingga akhir tahun, pihaknya menargetkan omzet ritel modern mencapai angka Rp 260 triliun atau naik 9 persen-10 persen dari realisasi tahun lalu yang mencapai angka Rp 220 triliun.

Melihat pencapaian dari semester I 2019 sebesar Rp 150 triliun, Aprindo optimistis target tersebut bisa dicapai. Ia mengatakan sepanjang semester II 2019, anak-anak kembali masuk sekolah ditambah di akhir tahun ada Natal, semuanya memberikan sinyal positif terhadap penjualan ritel modern. Ia menuturkan pihaknya juga terus memberikan promosi untuk menarik konsumen agar belanja di ritel modern.

Meskipun e-commerce sedang tumbuh tetapi tidak menganggu penjualan ritel modern karena tipe konsumennya juga berbeda. E-commerce menarik konsumen yang sibuk sementara konsumen ritel modern lebih kepada orang-orang yang menghabiskan waktu belanja bulanan.

Penulis : Rizki Aulia Rachman
Editor : Tim Admin AMRI

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment