04 Jul OJO DUMEH, RODA TERUS BERPUTER
Oleh: Benyamin Prayogo *)
Dunia ini panggung sandiwara, begitulah syairnya God Bless. Peran kehidupan pun bisa berubah. Ada peran menangis, ada peran tertawa. Tertawa, saat rodanya sedang berputar ke atas. Menangis saat rodanya sedang berada dibawah. Sama seperti Jepang vs Belgia. Jepang sudah tertawa karena menang lebih dahulu dengan 2 gol, kemudian berbalik kalah 2 – 3 dari Belgia.
Saat memiliki kekuasaan, kalau tidak bisa menahan diri karena minimnya pengalaman atau kaget, maka kekuasaan menjadi memabukkan. Membuatnya menjadi otoriter, kupingnya tipis, dan rentan dikritik atau disanggah. Mereka bisa melakukan apa saja untuk memuaskan nafsu, nafsu kekuasaan, nafsu ingin dihormati.
Padahal kekuasaan yang dimiliki sifatnya semu. Yang lebih berbahaya lagi bila kekuasaan mereka pun sebenarnya berasal dari kelompok/organisai/usaha kecil. Belum bisa memberikan keuntungan maksimal. Dimana seharusnya fokus untuk membesarkan daripada hanya mempertontonkan kekuasaannya secara sepihak demi kepentingan pribadi.
Begitu juga dalam bisnis usaha, kadang merasa usahanya sudah besar, berpengalaman, dan berpenampilan yang memukau yang membuat penonton yakin bahwa usaha kita sukses , kesannya usaha kita sudah gemah repah loh jinawi, sehingga membuat penonton merasa sawang sinawang.
Merasa kehidupannya lebih baik dari kehidupan orang lain. Padahal usaha kita masih terseok-seok, cash flow pas-pasan, bahkan minus, yang bisa membuat bertahan hanyalah tabungan yang pasti makin lama makin berkurang karena diambll terus.
Perlakuan kita kepada kepada karyawan juga tidak bersahabat. Tidak mau menerima pendapat untuk perbaikan. Tidak memberikan penghargaan dan juga membiarkan apabila ada kesalahan karena kita takut mereka keluar. Lalu bagaimana pemecahannya?
Bercerminlah, dan lihatlah penampilan di cermin, ganteng ngga? Cakepkah? Kalau belum mandi dulu dong.. hehe supaya tidak terlalu serius.
Petakan bisnis kita, cari keunggulan produk kita, siapa pesaing kita, analisa penjualan kita dari segi harga jual, klien dan produk yang laku dan jangan lupa analisa pembukuan kita.
Tingkatkan kualitas diri, belajar dari yang berhasil, buka wawasan, baca buku, ikuti seminar atau pelatihan, dengarkan pendapat orang, jangan tipis kupingnya kalau dikritik oleh pelangan ataupun mitra kita.
Untuk Produk bisa kita terapkan ilmu ITO. Ilmu yang telah teruji dari Suhu Wan dalam membesarkan toko Idolmart nya dari 1 menjadi lebih dari 70 toko. Dengan ITO, kita bisa memilih produk mana yang harus kita beli jumlah bannyak, produk apa yang belinya sedikit aja. Ingat kata Suhu Wan, “Peluru dulu jangan langsung beli banyak, uji dulu produk kita.”
Untuk harga jual kita juga bisa terapkan ilmunya beliau dengan menerapkan keuntungan berbeda dari setiap barang, dan tentu saja kita jual dengan harga pas, alias tidak ada tawar menawar sehingga memberikan kepastian bagi pembeli maupun kita sebagai penjual.
ITO beres, harga jual ditetapkan sekarang tinggal bagaimana produk kita terjual dengan cepat, banyak dan menyenangan?
Kalau yang ini tidak usah mengaca di cermin lagi hehehe, silahkan lakukan promosi dengan masif, perbaiki promosi internal ditoko, pasang spanduk, pasang poster, untuk external toko lakukan penyebaran flyer.
Semua ilmu yang disebutkan diatas bisa dilihat, dipelajari dan di contek habis habisan apabula bergabung menjadi anggota AMRi, banyak ilmu gratisan yah.
Kalau mau lebih dalam dan mau berinteraksi langsung dengan Suhu Wan, silahkan naik kelas menjadi anggota premium AMRI.
Kalau sudah gabung jadi anggota premium AMRI, tidak usah ngaca lagi deh…dah pasti ganteng dan cantik soalnya.
Jangan lupa kalau sudah berhasil, roda terus berputar kawan, mumpung di atas buruan rem deh rodanya he he
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI
Wakil Ketua Dewan Penasihat DPP AMRI
Ketua Dewan Pertimbangan DPC AMRI JAKARTA
No Comments