Social Links
AMRI | NILAI INTI (Bagian 3)
16367
post-template-default,single,single-post,postid-16367,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

NILAI INTI (Bagian 3)

NILAI INTI (pribadi, perusahaan, organisasi) itu adalah jati diri kita, alasan kenapa kita terlahir ke dunia ini, mengapa kita ada.

 

NILAI INTI harus senantiasa ada dan melekat selama organisasi berdiri (bahkan tetap harus ada disaat pendiri pun sudah tidak ada). Jika NILAI INTI bisa dipertahankan maka organisasi pasti akan terus hidup, tetapi di saat NILAI INTI itu ditinggalkan maka organisasi tsb akan berakhir (atau jika pun masih hidup dia seperti jasad yang ditinggalkan Ruh alias menjadi mayat hidup).

 

Visi (kemana mau melangkah) boleh berubah tapi NILAI INTI (siapa kita, jati diri kita) tidak boleh pernah berubah. Penyebab NILAI INTI berubah bisa terjadi karena penggantian orang2 di posisi kunci organisasi (tidak memahami nilai inti organisasi tsb), atau bisa jadi orang kuncinya sendiri yang berubah/melupakan NILAI INTInya karena pengaruh dari luar dirinya.

 

Banyak perusahaan yang dulu Sukses begitu melenceng dari NILAI INTI menjadi gagal, tetapi begitu bisa mengalihkan lagi NILAI INTI maka perusahaan itu bangkit dan meraih kembali kesuksesan.”

“*NILAI INTI (Bagian 4, terakhir)*

 

Apakah perusahan yang hebat dan langgeng merupakan tempat BEKERJA terbaik?

 

Jawabannya adalah TIDAK. Jika seseorang bekerja di sebuah perusahaan yang NILAI INTI nya tidak cocok dengan dirinya, maka perusahaan itu bukanlah tempat kerja yang baik bagi nya. Dia akan tersiksa, tidak akan mendapatkan kompensasi dan karir yang diharapkan, bahkan dia akan menjadi seperti VIRUS bagi perusahaan. Namun bagi seseorang yang NILAI INTI perusahaan sangat cocok dengan dirinya, maka perusahaan itu adalah merupakan tempat kerjanya yang Terbaik, menyenangkan dan pasti kompensasi serta jenjang karir akan sangat terbuka bagi dirinya.

 

Seseorang dengan niat yang kuat menjadikan pekerjaan sebagai sarana ibadah, melayani pelanggan adalah ibadah, membantu rekan kerja/bawahan/atasan adalah bagian dari ibadah, bersemangat belajar untuk mencari ilmu baik dunia maupun akhirat, bersedia mengajar/membimbing rekan kerja/bawahannya, mau bekerja semangat dan antusias dalam suasana yang nyaman dan penuh rasa kekeluargaan, mau secara terus menerus memperbaiki diri demi kemajuan dirinya dan perusahaan…..maka PASTILAH dia akan sangat cocok dan bahagia bekerja di Idolmart karena sesuai dengan NILAI INTI yang dimiliki Idolmart.

 

Sebaliknya bagi seseorang yang menganggap pekerjaan semata-mata bekerja untuk memperoleh uang (memisahkan ibadah dari pekerjaan), tidak mau belajar (mengikuti training), tidak mau mengajar rekan lain (pelit dengan ilmu), malas, tidak bersemangat, bekerja dengan penuh ego, tidak menganggap rekan kerja sebagai bahagian dari keluarga, tidak mau memperbaiki diri demi kemajuan….. maka PASTILAH dia tidak akan cocok dan merasa kerasan bekerja di Idolmart. Setiap hari akan dia jalani dengan jenuh dan membosankan, tidak akan ada kesempatan berkarier bagi dirinya bahkan dia dianggap seperti virus bagi perusahaan dan rekan-rekannya.

 

Selamat belajar, bekerja dan beribadah

Wan MH
sarx666@gmail.com
No Comments

Post A Comment