08 Feb MURAH, TANPA KEMEWAHAN
Oleh : Nasrulloh *)
Deni’s Mart-nya bang Maryono menjadi inspirasi saat TFM#2 kemarin. Mencari letak lokasi kelas dua. Tak ber-AC tapi nyaman. Hasilnya, biaya listrik dan sewa bisa ditekan. Padahal keduanya penyumbang biaya yang cukup besar.
Masih ingat Alfa Gudang Rabat ? Yang kemudian sukses membangun Alfamart ? Berawal dari gudang yang tanpa AC hanya kipas angin saja. Fokus menjual untuk para warung dan toko kelontong saja. Dibedakan antara penjualan per pieces dengan kartonan.
Ada juga supermarket yang menjual barang yang tidak bermerk. Menjual hanya yang fast moving saja. Item yang dikelola menjadi lebih sedikit. Terjadi efisiensi tempat, karyawan dan modal kerja di stock. Membuang dekorasi yang tidak perlu.
McDonald pernah merestrukturisasi usaha. Hanya membuat 10 menu saja. Piring dirubah menjadi plastik. Menggunakan konsep swalayan. Efeknya, harga jual produknya bisa diturunkan.
Southwest Airlines, membuang semua pelayanan tambahan. Terbang tidak dari bandara besar tetapi dari bandara kecil sehingga airport tax nya lebih rendah.
Sekarang siapa pelanggan kita ? Butuh pelayanan standar untuk menikmati produk kita ? Bila iya, bisnis tanpa kemewahan bisa diterapkan.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI
No Comments