Social Links
AMRI | MONOPOLI PAKAIAN WANITA
19556
post-template-default,single,single-post,postid-19556,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

MONOPOLI PAKAIAN WANITA

Oleh : Fardi Hidayat (Mentor AMRI)

Waktu Training For Mentor (TFM#02) dulu, Suhu Wan pernah bertanya pada saya, kebetulan saya, Bang Ropi dan Suhu Wan satu kamar.

Suhu wan bertanya, “Fardi usahanya apa?”

Lalu saya jawab, “jualan pakaian khusus wanita.”

Terus Suhu Wan bertanya lagi, “kenapa khusus wanita, kenapa tidak dicampur dengan pakaian pria?”

Ada beberapa alasan, saya jualan khusus pakaian wanita, tidak dicampur dengan pakaian pria.

Pertama, toko saya ukurannya kecil hanya berukuran 2x4m. Jika saya campur dengan pakaian pria, otomatis model/variasi pakaian wanita sedikit, sedangkan model pakaian wanita sangatlah banyak.

Sayang kalau pelanggan kita bertanya, “model ini ada ga bang? warna ini ada ga bang?ukuran ini ada ga bang?”

“Nggak ada,,,,,,?????”

Kedua, jika toko saya campur dengan pakaian pria, wanita akan malu berbarengan memilih pakaian kalau ada pria juga sedang memilih pakaian juga didalam toko yang ukurannya kecil.

Pasti wanita akan menunggu pria itu selesai belanja ditoko saya dulu, baru dia akan masuk ketoko saya. Iya, kalau pria itu cepat belanjanya, kalau lama, yang ada wanita itu bilang, “ah, ntar aja balik lagi.”

Dan akhirnya lupa dan ga balik-balik lagi, he he…

Ketiga, lokasi toko saya yang berada di pasar tradisional, yang kebanyakan orang berjualan sayuran dan kuliner. Umumnya yang suka belanja sayuran dan yang suka makan adalah wanita, jarang saya melihat pria yang belanja sayuran. Ada, tapi satu dua saja.

Sering saya mengalami kejadian, ibu-ibu setelah belanja sayuran, belanja di toko saya berkata begini, “Bang bungkusnya pakai kantong kresek hitam aja, takut ketahuan suami saya, beli pakaian mulu.”

Karena saya tidak punya kantong kresek hitam/kantong saya ada merek tokonya, akhirnya pakaian yang dibeli di toko saya disatuin sama belanja sayurnya hehehe,,,,

Suka ketawa kalau ketemu ibu-ibu yang begitu.

Keempat, minat belanja wanita lebih tinggi dibandingkan minat belanja pria. Pria belanja pakaian bisa 1-2 tahun baru ganti, sedangkan wanita kalau beli pakaian, seminggu bisa belanja 2-3 kali belanja pakaian.

Lihat pakaian model baru, sisa belanja sayuran beli pakaian. Barangkali ada ibu-ibu yang mengurangi belanja sayurannya buat beli pakaian he he…

Kelima, dengan mengkhususkan jualan pakaian wanita saja, itu adalah suatu MONOPOLI buat toko saya. Satu-satunya toko yang menjual khusus pakaian wanita, umumnya di pasar tempat saya jualan, toko lain menyediakan pakaian pria dan wanita, walaupun tokonya hanya berukuran 2x2m, otomatis variasi/model produtc saya lebih banyak dibandingkan toko lain.

Mungkin ini sedikit sharing dari saya, mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua.

SALAM 5 JARI AMRI.

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment