31 Jan MONOPOLI HARGA PAS
Oleh: Fardi Hidayat *)
Setelah mengikuti TFM #02 kemarin, saya banyak sekali mendapatkan ilmu, khususnya ilmu ritel.
Awalnya saya ragu untuk mengikuti TFM #02 kemarin. Tapi saya berfikir lagi, bila tidak belajar bagaimana bisnis bisa maju ? Akhirnya dengan niat belajar saya putuskan untuk ikut dengan harapan dapat ilmu yang bermanfaat bagi diri dan bisnis saya.
Singkat cerita di TFM #02 saya belajar ilmu ritel. Diantaranya ada yang disebut dengan Monopoli dan ITO (Inventori Turnover).
Sebenarnya masih banyak ilmu ritel lainnya yang dibagikan pada training tersebut.
Tetapi pada tulisan ini saya akan sedikit mengulas tentang monopoli.
Monopoli adalah suatu kondisi dimana hanya ada satu penjual yang menguasai pasar.
Saya contohkan pada bisnis saya. Kebetulan saya bergerak di bisnis fashion/pakaian. Tentu sebelum membuka bisnis, Saya harus tahu dimana monopoli usaha saya.
Setelah melakukan survey, ternyata tidak ada toko di tempat saya yang menjual dengan harga pas. Umumnya masih tawar menawar.
Contoh, ada satu toko yang harganya masih tawar menawar.
Ada tiga pembeli yang kebetulan ingin membeli pakaian yang sama. Pembeli pertama menawar dengan harga 90 ribu, pembeli kedua menawar 80 ribu, dan pembeli ketiga menawar dengan harga 75 ribu.
Pakaian yang ditawar oleh ketiga orang tersebut harga modalnya 50 ribu. Dari ketiga tawaran tersebut, manakah yang akan dipilih oleh penjual ?
Tentunya sudah pasti penjual memilih tawaran yang pertama dengan penawaran tertinggi yaitu 90 ribu. Tawaran pembeli kedua dan ketiga akhirnya dilepas atau tidak jadi. Padahal ketiga tawaran tersebut sebenarnya secara hitungan penjual sudah untung. Tapi karena memilih keuntungan yg lebih besar akhirnya yg dua tidak jadi.
Berbeda dengan saya yang menjual dengan harga pas. Ketiganya dapat membeli dgn harga yang sama.
Itulah sedikit contoh monopoli harga pas. Sebenarnya masih banyak monopoli yang ada di bisnis kita. Tinggal bagaimana kita bisa menemukan dimana dan apa monopoli bisnis kita.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor AMRI
No Comments