19 Feb MENTAL PETARUNG
Oleh: Anang Sujana *)
Dalam hidup, ada kesempatan untuk berhasil juga gagal. Mustahil bila keuntungan selalu datang dan tak pernah merasakan kegagalan.
Jika memiliki 10 keberuntungan, maka ada 10 kali kemungkinan untuk mengalami resiko kegagalan.
Nah, tinggal waktu kedatangannya saja yg tak bisa diduga.
Ada orang yang lebih menyukai untung di awal ketimbang kerugian dari awal. Model seperti ini takut menunda kesenangan.
Karena pada saat lahir, keuntungan dan kerugian diturunkan seimbang. Maka jika mengalami fase untung, bersiaplah untuk menghadapi fase rugi. Pilihannya untung dulu atau rugi dulu, maunya sih untung dari awal sampai akhir haha…
Saya lebih menyukai menunda kesenangan di bandingkan menikmatinya di awal. Maksudnya, pada saat memulai usaha, persiapkan segala resiko, termasuk resiko gagal.
Jika gagal di awal, segera bangkit lagi, gagal lagi, bangkit lagi, rugi bangkit lagi. Kebangkitan berkali-kali mampu melatih kesabaran, keteguhan.Itu pelajaran berharga buat mental seorang pengusaha.
Jika berhasil bangkit dari setiap kegagalan, kita akan menjadi leader di bidang itu. Minimal lebih berpengalaman dari pada cuma teori, dan orang yang baru mulai usaha.
Persoalannya, banyak orang baru mulai usaha dan gagal, langsung kapok dan berhenti berusaha. Mulailah usaha di saat muda, maka kita punya energi lebih untuk bangkit disaat gagal.
Sering kali kegagalan datang bukan dari luar, tapi dari dalam diri kita sendiri. Kita gagal karena tidak bisa melawan keragu-raguan, rasa malas, dan takut kalah. Soal untung dan rugi merupakan cara memandang saja.
Misalnya, saat menjalankan bisnis kita mengalami rugi. Sebenarnya itu bukan seutuhnya rugi, bisa jadi ongkos untuk mendapatkan ilmu. Kerugian sesungguhnya, berhenti saat menemui kerugian atau kegagalan.
Yakinlah, setelah kegagalan akan mencapai keberhasilan. Keyakinan itulah yang membuat Saya selalu bangkit saat menemui kegagalan.
Yang paling penting, mendapatkan hikmah dari setiap kejadian yang dialami.
Memang ada yang beranggapan, jika bisa belajar dari kesalahan orang, mengapa pula harus mengalaminya sendiri? Hal tersebut memang benar adanya.
Misalnya sedang menyetir, lalu teman memberi tahukan bahwa jalan didepan ada yg longsor sehingga jalan ditutup. Tentu akan berbalik arah cari jalan lain.
Akan tetapi, ketika memilih jalan lain yang berbeda, ternyata ada pohon yang tumbang hingga menutupi jalan yang akan dilalui.
Analogi tersebut memperlihatkan, hambatan bisa datang dimana saja, kapan saja, tanpa kita ketahui.
Jadi, jika ada pengusaha takut resiko gagal, buat Saya mustahil…
Semua orang punya rasa takut itu manusiawi, kenapa kita takut? Karena kita tidak tahu akan masa depan. Coba kalau bisa mengetahui masa depan, mungkin tidak takut.
Jadi, kenapa kita takut? KARENA KITA TIDAK TAHU…
Intinya, secerdas apapun, saat memulai usaha pasti gagal dulu. Karena itulah memulai bisnis dari nol semisal dengan menjualkan produk orang lain, akan membuat kita mempelajari terlebih dahulu “medan” bisnis serta kekuatan, kelemahan, dan kerugian apa yg akan timbul… Kata Suhu Wan “PELURU DULU, BARU MERIAM”…
Sebagai pengusaha, setiap hari bertemu dengan orang dan masalah yg berbeda. Atau bisa juga, saat menghadapi masalah yang sama dengan orang yang berbeda, pasti akan menyikapi masalah tersebut dengan cara yang berbeda pula.
Begitupun soal kemampuan, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda beda, maka maksimalkan potensi diri kita…
Sukses untuk semua
Salam 5 Jari AMRI
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Hayashi Toys
No Comments