14 Nov MEMUTAR WAKTU
Itulah salah satu hal yang membuat saya makin yakin dengan pilihan saya untuk menjadi seorang wirausaha, bukan sebagai pekerja. Saat lulus SMA saya memilih tidak kuliah ketika almarhum ayah saya menanyakan “mau kuliah apa ngga?”, Saya langsung menjawab “ngga yah, mau dagang aja” krn menurut saya untuk menjadi pengusaha tidak harus memiliki ijazah pendidikan formal.
Mau jadi pengusaha, kata2 itu begitu melekat di pikiran saya, masuk jauh kedalam menembus bawah sadar, sehingga setiap ada peluang pekerjaan yang datang/sampai ke saya, selalu saja saya bisa menemukan bahwa pekerjaan ini tidak bagus atau malah pekerjaan ini terlalu bagus buat saya, yang kesimpulannya adalah tidak cocok buat saya, hehehe, kejadiannya mirip-mirip seperti kejadian Suhu Wan MH, Guru Besar Ritel Indonesia, saat ingin membuka bisnis, dengan latar belakang beliau yang seorang akuntan, dengan analisanya dan perhitungannya yang matang, beliau selalu menemukan celah bahwa sebuah bisnis “itungannya ga masuk, bakalan rugi”, hal itulah yang membuat beliau tidak action-action untuk membuka bisnis, seperti saya yang hingga saat ini tetap konsisten tidak mau bekerja, dan ijazah saya tetap “virgin” sampai hari ini, bahkan saya lupa ada dimana ijazah itu sekarang.
Beberapa usaha yang saya ingat pernah saya buka adalah supplier bahan makanan, EO, Butik, MLM, dan Resto, diluar usaha yang McLaren alias makelar dengan titel MBA(Modal Bacot Aja), tapi ternyata berwirausaha dengan hanya modal nekat, tanpa keilmuan yang mumpuni itu sangat rentan, datanya adalah lebih dari 90 persen bisnis yang dibuka tumbang sebelum sampai di tahun kelima, dan kalau saya ingat2 semua usaha saya malah belum pernah ada yang sampai tahun kelima.
Beruntung dimasa2 “babak belur” seperti sekarang ini, saya bergabung dengan beberapa komunitas bisnis, salah satunya yaitu komunitas AMRI dibawah asuhan Suhu Wan MH, bergabung dengan AMRI ada fasilitas member premium di ritelnews.com, dimana semua pengalaman bisnis beliau dikupas dan dijadian materi berjudul Kitab Suci Ritel, yang padahal isinya bisa diterapkan di berbagai bisnis, bukan hanya di bisnis ritel, semakin saya baca, semakin saya tercerahkan dan semakin saya banyak menemukan kesalahan yang saya lakukan di bisnis-bisnis yang saya buka/jalani sebelumnya.
Ah, andaikan saya bisa memutar waktu kembali, kembali ke masa dahulu membangun bisnis dengan pengetahuan yang sekarang, tentu kesalahan yang saya lakukan tak terlampau fatal, kesalahan dalam memilih jenis barang, kesalahan dalam memilih jenis lokasi, kesalahan dalam memilih rekan kerjasama, kesalahan akibat tidak fokus dan ingin langsung punya banyak bisnis, kesalahan menghilangkan uang banyak investor yang sudah percaya kepada saya, dan berbagai kesalahan lainnya.
Tapi akhirnya saya harus menerima bahwa kesalahan adalah bagian dari pembelajaran yang memperkaya pengalaman kehidupan kita, dan menyadari bahwa waktu tak bisa kembali, tak bisa diputar ulang, bahkan tak bisa dihentikan walau sedetik, maka yang berlalu biarlah berlalu, yang paling penting adalah selama kita mau belajar dan memperbaiki, masih terbentang luas harapan dan kemungkinan untuk memperbaiki masa depan.
Reza Nasution
Mentor AMRI Jakarta
No Comments