Social Links
AMRI | ritel, bangkrut
ritel, bangkrut
ritel, bangkrut
18093
post-template-default,single,single-post,postid-18093,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

MEMPERSIAPKAN KEBANGKRUTAN

Episode 2 dari 5. *)

Masih dalam lanjutan Surat Al Baqarah ayat 155 sampai dengan ayat 157, ayat ini menguak sesungguhnya kepasrahan, keikhlasan kita menjadi sumber kekuatan iman dagang kita. Dalam tulisan sebelumnya ditulisan episode 1 (satu) yang menguak sedikit sumber kekuatan iman dagang kita, kekuatan memulai usaha dengan kesiapan kita menerima kerugian yang akan kita terima. Karena keuntungan itu manfaat. Bagaimana pun semua yang kita bangun, rintis, mulai itu akan kembali ke asal (yang maha memiliki). Dengan membangun usaha agar berkembang akan melewati keruntuhan (rugi). Dengan merintis usaha akan sirna (rugi) pula. Dengan memulai usaha kita akan berhenti (rugi) juga. Namun hanya dengan kita membangun, merintis dan menulai usaha kita akan tahu begitu besarnya manfaat (keuntungan) yang akan kita peroleh yang akan tetap kita jaga !!!, tak seorang pun yang dapat menceritakan suatu manfaat tanpa ia melakukannya.

Begitu sempurnanya ayat ini. Yang menurut pandangan saya kenapa kalimat ” Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun” tidak di simpan di depan. Karena ayat inilah kita akan banyak tahu, begitu pentingnya sebuah ilmu. Ilmu. Dan ilmu. Ayat ini memberi pesan pendidikan agar kita memiliki kekuatan(iman) dalam berdagang. Rasa yakin akan sukses (kabar gembira). Inilah iman.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan… (QS. Al-Baqarah: 155)
Begitu terang ayat ini. Visualisasi yang begitu indah.
Seperti halnya visualisasi yang dilakukan robet kiyosaki. Kekita bekerja di toko si ayah kaya yang malah tidak diberi upah sepeser pun namun Robet bisa mendapatkan uang lebih banyak dari hasil menyewakan komik yang ia dapat secara gratis dari suplier. Robet kiyosaki yang akhirnya dengan senang hati bekerja tanpa upah. Dan menjadikan itu semua sebagai ilmu. Sebagai landasan untuk kaya (sukses). Hingga sekarang.

Sejenak pikiran kita alihkan ke kanan kiri kita mengambil setitik ilmu. Dari sebuah kenyataan bawha pedagang asongan yang biasanya mengasongkan dagangannya yang sedikit, kini tak terlihat lagi berseliweran naik turun dari bus satu ke bus dua lainnya kini tak terlihat lagi karena bangkrut. Tukang bakso yang biasa lewat depan rumah kita sekarang tak pernah lewat lagi karena bangkrut. Toko depan rumah kita yang sekarang terlihat tutup terus karena bangkrut. Supermarket yang kita kenal banyak modal kini tak ada lagi di mall mall karena bangkrut. Satu lagi. tetangga kita yang biasanya tiap hari ngantor di perusahaan besar kini tiap harinya di rumah terus penuh suntuk. Karena apa?. Perusahaanya bangkrut.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan… (QS. Al-Baqarah: 155).
Ingatlah kalimat di atas. Begitu lembut Allah ingatkan kita bahwa semua rasa susah dan kesulitan itu ditujukan hanya untuk diri kita. Agar keimanan. Keyakinan kita untuk berniaga semakin kuat dengan ilmu-ilmu dagangnya.

Lalu apakah dengan sedikit rasa ketakutan untuk memulai berdagang itu wajar? Wajar. Dan sangat wajar. Asal mulai berdagang. Sedikit rasa takut yang Allah swt sampaikan pada kita. Itu pesan bahwa semakin kita siap dengan rasa takut dan kebangkrutan. Semakin besar pula rasa siap kita menerima kesuksesan. Insyaa Allah tanpa rasa sombong.

Banyak bertanyalah pada yang lebih dulu menerima rasa ketakutan itu. Pada mereka yang pernah mengalami kebangkrutan. Niscaya kebangkrutan itu akan menjadi bunga dalam kisahnya. Bukan lagi suatu ketakutan yang harus dijauhi, katakutan itu menjadi ajang bagi diri mereka agar lebih peka, menjadi lebih inovatif. Lebih kreatif. Dan mampu memaksimalkan peluang yang sedikit. Menjadi sukses yang besar.

Keikhlasan dan kepasrahan (ikhtiar) yang dilakukan Robet Kiyosaki yang bekerja tanpa upah, bukanlah suatu kerugian yang besar. Namun kerugian yang penuh edukasi kerugian yang mendatangkan manfaat. Dari kisah Robet Kiyosaki meski saya hanya menyampaikannya sedikit saya yakin….

Bersambung..

Edi Supriadi
#Mentor AMRI
#Cirebon

Suhu Wan MH
95ropi@gmail.com
No Comments

Post A Comment