Social Links
AMRI | Membaca buku merupakan obat penawar “kekalutan”
20180
post-template-default,single,single-post,postid-20180,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Membaca buku merupakan obat penawar “kekalutan”

Membaca buku merupakan obat penawar “kekalutan”, mencari ide dan menemukan solusi di waktu saya mengalami kebangkrutan bisnis di tahun 2006.

Waktu itu saya menyarankan membaca buku kepada seorang teman yang sama2 mengalami kebangkrutan. Dia menolak dg alasan hanya mau “aciton” saja, tidak perlu baca buku lagi. Saat itu dia mencoba bangkit dg membuat konter HP ditunggu sendiri.

Karena saya terus belajar (termasuk baca buku), 10 tahun kemudian saya memiliki 70 toko sedangkan teman saya masih setia menunggu 1 konter HPnya sendiri.

Bagi yang ingin memulai bisnis, mau mengembangkan bisnis atau bagaimana cara bangkit dari kegagalan bisnis, silahkan membaca buku saya “JATUH BANGUN” yang baru launching 16 Nopember kemarin. Baca buku juga merupakan recharge energi.
#suhuwan

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment