14 Nov LAPORAN KEUANGAN DAN ITO
Oleh: M. Alamudi
Assalamu’alaikum, Salam sejahtera untuk kita semua.
Apa khabar Bang dan Non semua? Semoga sehat selalu ya.
Salam hangat untuk Suhu Wan selaku Mentor dan Ketua Umum AMRI,
dan rekan-rekan Mentor yang saya cintai, semoga senantiasa dalam kesehatan dan keberkahan agar dapat terus memberi manfaat bagi sesama.
Pada kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan mengenai hubungan antara Laporan Keuangan dan ITO (Inventory Turn Over), dua istilah yang pastinya Abang dan Non sudah familiar yaa, terutama ITO yang menjadi primadona pembahasan kita selama sebulan belakangan ini, hormat saya untuk Mentor ITO nasional kita Bang Cucu Saepulloh, pencipta alat ukur ITO (ITO meter) yang dapat mempermudah kita dalam memahami ITO.
Baiklah rekan-rekan, kita mulai dengan Laporan Keuangan…..
Laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan pada periode atau jangka waktu tertentu (Harahap, 2009).
Secara umum Laporan Keuangan terbagi tiga:
1. Neraca, menggambarkan posisi keuangan perusahaan (Jumlah Asset, Hutang dan Harta) yang dimiliki perusahaan pada suatu titik waktu tertentu, dengan prinsip secara umum:
Asset = Hutang + Harta
2. Laporan Laba-Rugi, laporan yang mengukur keberhasilan operasional perusahaan yang telah dicapai pada suatu periode waktu tertentu, dengan prinsip secara umum:
Penjualan (Omset) – HPP (Harga Pokok Penjualan) = Laba Kotor,
Laba Kotor – Biaya Operasional = Laba Bersih.
3. Laporan Arus Kas, merupakan laporan mengenai aliran kas masuk dan keluar, karena aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan pada suatu periode waktu tertentu.
Neraca ibarat sebuah FOTO pada satu titik frame tertentu, sedangkan Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas laksana sebuah VIDEO yang menayangkan perjalanan usaha kita selama beberapa waktu
tertentu.
Demikian sekilas gambaran mengenai Laporan Keuangan Usaha…
Lantas dimana hubungannya dengan ITO?
Dalam Laporan Neraca, kita akan akan menemukan komponen Stock Barang (Inventory) yang merupakan bagian dari Asset usaha yang kita miliki disamping uang kas, piutang, property, dsb. Selanjutya pada Laporan Laba-Rugi kita akan menemukan Penjualan (Omset) yang merupakan komponen utama yang menghidupi bisnis kita.
Stock Barang dan Penjualan merupakan dua komponen utama yang membentuk rumusan ITO, seperti kita pahami bersama, rumus ITO = Stock barang (rata-rata)/Omset perhari.
Jadi performa bisnis kita selain dapat kita lihat dari Laporan Keuangan, dapat juga kita lihat dari seberapa baik ITO yang kita miliki atas barang-barang yang kita jual di toko kita. Semakin efisien kita mampu mengatur persediaan stok di toko kita (konsep fastmoving, slow moving dan dead stock) akan semakin bagus ITO usaha yg kita dapatkan, begitu juga dengan penjualan, semakin tinggi penjualan yg kita hasilkan, akan mempersingkat waktu perputaran stok barang di toko kita, sehingga ITO juga akan bagus.
Sekali lagi, memahami konsep ITO sangat penting bagi kita pelaku bisnis retail, agar cash flow usaha terjaga dan barang yang kita beli dengan modal atau dengan hutang tidak jadi dead stock yang akan merugikan usaha kita sendiri.
*Banyak usaha bangkrut bukan karena tidak bisa jualan, tapi karena tidak bisa mengatur pembelian stok barang, sehingga modal semakin tergerus akibat dead stock yang terlalu banyak*.
Sekian dari saya, terima kasih atas perhatian Abang dan Non sekalian, mari perbaiki ITO usaha kita dengan *MENINGKATKAN PENJUALAN* menggunakan Jurus-Jurus yang telah diberikan oleh Suhu Wan, antara lain: *5 PILAR CARA MELEDA
No Comments