15 Feb LAKUKAN YANG TAK POPULER
Ketika BBM atau Listrik naik, biasanya semua barang juga ikut naik. Kenaikan tersebut dipicu oleh bertambahnya biaya produksi, dan biaya transportasi.
Hal yang lumrah dilakukan para pedagang, dan produsen boneka adalah menaikkan harga jual atau menyesuaikan harga.
Namun saya melihat dari sisi lain, potensi akan mendapatkan pelanggan baru dan potensi akan kehilangan pelanggan tetap.
Dari hasil pemikiran itulah, Saya tidak menaikkan harga. Bahkan jika masih ada keuntungan meskipun tipis SAYA AMBIL KEBIJAKAN MENURUNKAN HARGA.
Loh! Ko bisa? Bukannya kita akan rugi dengan menurunkan harga, sedangkan biaya produksi naik ?
Kadang keputusan saya dianggap aneh, dan nyeleneh haha…
Saat semua barang naik sedangkan penghasilan tetap, maka semua orang akan menahan diri untuk berbelanja utamanya belanja mainan.
Padahal ini kesempatan untuk mengambil peluang bertambahnya pelanggan baru, dan menaikkan omzet. Sementara pesaing hanya memikirkan keuntungan semata, tanpa memikirkan dampak panjang yang ditimbulkan akibat barang yang dinaikkan.
Apa yang terjadi saat barang dinaikan, bertambah penjualan atau berkurang penjualan? Pastinya berkurangkan?
Itulah pilihannya, menaikan harga berpengaruh pada berkurangnya penjualan.
Contoh, Saya punya pelanggan yang belanja tiap hari 10 orang. masing-masing belanja @2juta. Berarti 20 juta perhari.
Ketika dinaikkan harganya, dari 10 orang ini pasti ada yang menahan diri untuk belanja. Alasannya beragam. Paling populer, menunggu agar situasi harga stabil. Atau, tak berani belanja banyak, takut barang lakunya lama dll.
Menurunkan harga, setidaknya pelanggan lama kita tak pindah. Ada potensi migrasi pelanggan pesaing menjadi pelanggan baru kita. Dalam jangka panjang ini lebih menguntungkan.
Itulah, kenapa saya lebih memilih menurunkan harga jual, sementara pesaing menaikan harga jualnya…
Saya memikirkan jangka panjang, sementara mereka memikirkan jangka pendek…
Sukses untuk semua
Salam 5 jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Hayashi Toys
No Comments