01 Okt Ketika Raksasa Ritel Amerika Serikat Tumbang
JAKARTA, Ritelnews.com – Era digital merubah semuanya. Segala sesuatu bisa didapat dengan cepat di era digital saat ini. Orang tak perlu lagi pergi ke toko untuk membeli barang. Mereka cukup memencet HP untuk mendapatkan barang yang diinginkan.
Inilah perubahan perilaku konsumen yang terjadi saat ini. Tak ayal kini mulai menjamur bisnis online. Pelaku usaha memanfaatkan teknologi untuk menjaring konsumen. Di satu sisi kehadiran teknologi memudahkan konsumen.
Di sisi lain kehadiran teknologi menggerus peran bisnis konvensional seperti bisnis ritel. Bisnis ritel paling terpengaruh adanya bisnis online. Maka jika tak bisa mampu beradaptasi, bisnis ritel akan bertumbangan.
Dilansir dari Liputan6.com, partner firma Konsultan AT, Kearney Greg Portell, mengatakan, bisnis ritel tengah menghadapi gempuran dari bisnis online. Ini membuat bisnis ritel menghadapi kesulitan karena terjadi penurunan jumlah konsumen.
Menurunnya jumlah konsumen ditambah biaya sewa yang tinggi dan utang yang menumpuk, kata Kearney, membuat beban usaha ritel semakin berat. Usaha ritel, terang Kearney, sangat bergantung pada utang untuk menopang pendapatan.
Namun di tengah tidak pastinya pendapatan akibat gempuran bisnis online, membuat perusahaan ritel akhirnya menyatakan pailit. Inilah yang terjadi pada perusahaan raksasa di bidang fashion Forever 21. Perusahaan yang sudah malang melintang selama 35 tahun ini mengajukan pailit.
Forever 21 mengajukan pailit karena ketidakmampuan membayar utang. Perusahaan ritel yang berbasis di Amerika Serikat ini juga akan menutup 178 gerainya di Asia dan Eropa. “(Ajukan pailit) Ini merupakan langkah untuk mengamankan perusahaan,” ujar Executive Vice President Forever 21, Linda Cheng, sebagaimana dilansir Liputan6.com.
Diketahui Forever 21 dimiliki pasangan suami istri asal Korea Selatan Jin Sook dan Do Won Chang. Kekayaan mereka di tahun 2015 sebesar US$ 5,9 miliar atau senilai Rp 84 triliun. Ini membuat mereka masuk dalam jajaran miliuner di Amerika Serikat.
Namun sejak bisnisnya lesu, kekayaan pasangan ini anjlok. Mereka kini terdepak dari daftar miliuner Amerika Serikat setelah kekayaannya hanya US$ 1,6 miliar.
Penulis: Reza Gautama
Sumber: Liputan6.com
No Comments