Social Links
AMRI | Kelas Ritel University (RU) di Sentul City
20204
post-template-default,single,single-post,postid-20204,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Kelas Ritel University (RU) di Sentul City

Kelas Ritel University (RU) hari Minggu, 12 Januari 2020 di Mesjid Besar Jabal Nur, Sentul City.
Mentor : Suhu Wan (Ketum AMRI dan Owner 95 Idolmart)

Preview materi:
Suatu pagi yang cerah pada tahun 2012, saya berbincang santai dengan istri di depan rumah sambil minum kopi. Yang kita bahas saat itu adalah menjawab pertanyaan besar di kepala kami, kenapa saat kita bangkrut (dengan brand bisnis Toysmart) di tahun 2005, apa yang kita lakukan selalu “keliru” dan mendapatkan “hasil” yang tidak diinginkan.

Salah dalam membeli barang dagangan sehingga tidak laku dan mengakibatkan over stock bahkan dead stock, salah dalam merekrut karyawan, promosi yang sering gagal dll adalah beberapa contoh tindakan keliru yang saya lakukan. Walaupun saat itu saya tetap gigih berjuang untuk segera bangkit, namun jalannya belum ketemu, selalu menemui jalan yang buntu.

Bahkan bus yang saya tumpangi saat mengunjungi toko (mobil saya sudah terjual semua) terbalik di tol Jatibening sehingga saya mengalami luka-luka dipundak. Saya sempat bingung, bus itu kan jarang terbalik, kenapa saat dia terbalik saya ada didalamnya.? Jika ada yang mengatakan selalu bernasib sial, nah saya merasakannya saat itu.?

Tetapi Alhamdulillah saat ini (tahun 2012, 5 tahun setelah kami bangkit dari keterpurukan), apa yang kita lakukan selalu memuaskan. 30 Idolmart yang telah berdiri semuanya ramai dan menguntungkan, promosi hasilnya selalu bagus, banyak karyawan yang tepat dan loyal. Kami selalu merasakan “hasil yang tepat” dari apa saja yang kami lakukan.

Bahkan “keberutungan” sudah saya rasakan sebelum saya bangkit, seperti saat menemukan lokasi ruko untuk Idolmart pertama di awal tahun 2007. Saat itu hampir tidak memegang uang, hutang saja masih milyaran, saya bisa nego ruko yang pembayarannya saya lakukan setelah 3 bulan.

Mengapa saat kebangkrutan (tahun 2005) itu kami selalu mengalami “kebuntungan” sementara sekarang selalu mengalami “keberuntungan”? Padahal dahulu itu kami juga bekerja tidak kalah kerasnya dibanding sekarang, mungkin malah lebih keras.

Lalu hal apa yang sekarang (sejak bangkit 2007 sampai saat ini) kami lakukan dan dahulu tidak kami lakukan?
Mengapa ada banyak orang yang lebih sering mengalami “kebuntungan” dibanding “keberuntungan” dalam hidupnya?
Sebaliknya mengapa sebagian lagi lebih sering mengalami “keberuntungan”?

Jawaban lengkap dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan dibahas pada kelas hari Minggu besok tgl 12 Januari 2020.
Selain itu akan dikupas tuntas ilmu ITO (Inventory Turn Over), ilmu yang paling utama yang harus dikuasai di bisnis ritel. Ilmu yang merupakan “isi perut” dari ritel. Ilmu yang menjadi pembeda utama antara ritel yang sukses dengan yang tidak.
Jangan sampai ketinggalan atas “materi tingkat dewa” ini.

Salam jari AMRI
Suhu Wan

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment