Social Links
AMRI | omset, menatat omset, ritel,ritelnews
omset, menatat omset, ritel,ritelnews
omset, menatat omset, ritel,ritelnews
18135
post-template-default,single,single-post,postid-18135,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

KARENA MENCATAT, OMSET MENINGKAT

KARENA MENCATAT … OMSET MENINGKAT

Pekerjaan yang mudah tapi sering dilalaikan dan dianggap sepele karena mudah dan terkadang membosankan, padahal sangat vital, salah satunya adalah menCATAT. Benar kah demikian? Mari kita urai sedikit saja….

Salah satu pekerjaan yang utama untuk menaikkan omset adalah mencatat (manual ataupun digital). Lho kok bisa begitu?

Sudah sering disampaikan oleh suhu Wan dan beberapa mentor AMRI lainnya di t.me/ritelnews, di AMRI Academy dan bahkan ada materi spesial di www.ritelnews.com, yaitu tentang ITO (Inventory Turn Over) berikut asesoris pendukungnya, bahwa untuk mengetahui ITO, haruslah melakukan pencatatan. Nah lho???

Sudah kah dilakukan?

Katanya mau menaikan omset, tapi saat ditanya:
Kapan belanja buku tulis merk T? Berapa banyak belanjanya atau stok awalnya?
Ternyata jawabannya: saya cari dan lihat bon nya dulu karena tanggal belanja dan jumlahnya ada disitu.. :innocent:

Saat ditanya: buku tulis merk T ini sudah terjual berapa lusin?
Dijawab lagi: waduh gak tahu..pokoknya sisa tinggal selusin, seharusnya sudah belanja lagi hehe..

Ini baru contoh untuk satu jenis produk, bagaimana kalau sudah ratusan atau bahkan ribuan jenis produk yang dijual?

Bagaimana mau menghitung ITO dan menambah omset, kalau tidak tahu berapa lama satu jenis produk habis terjual, tersisa atau bahkan masih utuh belum terjual sama sekali?

Silahkan lihat dan baca lagi rumus dan pengertian tentang ITO di www.ritelnews.com

Hapalkan dan pahami sampai ngelotok seperti rambutan ace, tetang ITO. Mengapa? Karena ITO ini adalah Panglima nya Ritel. Bisa dipahami yaa..

Kalau semua aktivitas beli dan jual dicatat, tentunya bisa dihitung berapa lama suatu jenis produk habis terjual, tersisa, atau bahkan masih utuh sejak dibeli.

Nah.. apa yang harus dilakukan kalau produk tersebut habis terjual dalam waktu lima hari misalkan, atau masih sisa setengahnya selama dua bulan sejak dibeli, atau bahkan masih utuh sama sekali?

Karena dicatat, sehingga bisa terukur kecepatan perputaran produk tersebut (ITO), paham yaa..

Kalau semua catatan pembelian, penjualan sudah ada, tentunya mudah buat pedagang untuk menjual produknya dan menaikan omset tentunya (silahkan diskusi lebih dalam DI AMRI Academy)

Ini baru dilihat dari lamanya perputaran barangnya, belum lagi dilihat dari sisi Pareto nya. Akan luar biasa omset yang diperoleh kalaulah pedagang mau mencatat.

Coba perhatikan kalau kita belanja di toko material atau elektronik, mereka selalu mencatat yang terjual saat itu. Dan perhatikan, biasanya toko itu lebih berkembang dan lebih ramai pembeli, mengapa demikian?

Semoga bisa dipahami oleh pembaca sekalian

Salam ? (lima) Jari AMRI
Tri AG

 

Suhu Wan MH
95ropi@gmail.com
1Comment
  • Edi Supriadi
    Posted at 23:33h, 17 November Balas

    Catat an selain untuk pengingat juga sebagai pengikat..
    Maka ikatlah ilmu dengan catatan…
    Salam suhu dan bang tri…

Post A Comment