21 Apr JAWABAN TENTANG BERMIMPI BESAR
Ada komentar yg menarik dari seorang peserta seminar saya yg berkata bahwa dia saat ini sudah “tidak ngoyo” untuk mengambangkan bisnisnya. Dg 1 toko sekarang semua kebutuhan hidupnya sudah tercukupi dg lumayan. Menurutnya jika dia membuka cabang maka nanti menjadi banyak pikiran termasuk akan sulit mengontrol karyawan dll, padahal semua harta yg dia miliki tidak akan dibawa mati.
Saya katakan, jika hanya berpikir untuk diri sendiri dan keluarga saja, saya juga akan berpikir yg sama dg dia dan berhenti mengembangkan bisnis saat ini. Toh kita hanya bisa makan nasi 3 piring 1 hari, punya banyak baju hanya 1 yg dipakai, punya banyak mobil juga hanya bisa 1 yg dikendarai, punya banyak rumah yg ditempati hanya 1. Tetapi kita tentu saja ingin banyak memberi manfaat bagi orang lain, ikut menyediakan lapangan pekerjaan yg lebih banyak, dapat membantu anak yatim dan fakir miskin, bisa berbagi pengalaman agar banyak orang yg lebih sukses dll. Inilah yg memacu saya untuk tidak pernah berhenti mengembangkan bisnis, ini sbg jihad.
Kemudian saya tambahkan, banyak orang yg sudah pernah bermimpi dan mencapai impiannya, kemudian dia hidup dg datar dan lama2 menjadi jenuh serta kurang semangat. Jawabannya adalah, besarkan lagi impiannya, impian bukan hanya untuk membuat bisnis lebih berkembang, tetapi dapat menebar manfaat ke lebih banyak orang.
Akhirnya peserta tsb setuju dg yg saya sampaikan, dia menyadari jika dia sudah mencapai impian “kecilnya” dan sayangnya tidak bermimpi lagi. Seketika dia langsung membesarkan impian dan bertekad akan segera membuka cabang tokonya.
“Yg berbahaya itu bukan bermimpi besar dan gagal, melainkan bermimpi kecil dan mencapainya” (michaelangelo)
No Comments