30 Jan ITO, SELAIN PRODUK
Oleh : Juragan Keripik *)
Bapak dan Ibu, mungkin sudah terbiasa menggali, menghitung dan menerapkan ITO (Inventori Turn Over) di usaha ritelnya. Lalu, bagaimana dengan penerapannya dalam bisnis, untuk kategori bukan produk ?
Contoh yang punya usaha di bidang jasa, property dan lain-lain. Apakah bisa ITO di terapkan ? Ya, ternyata sangat-sangat bisa sekali diterapkan. Contohnya, apa yg dilakukan dalam usaha saya.
Beberapa waktu lalu, pernah berskusi dengan guru kita, Pak Wan Muh, bahwa ITO bisa terapkan bukan saja pada produk saja. Tapi Toko pun bisa. Karena sistem yang dibangun adalah konsinyasi dinamis.
Jadi dengan teori ITO, bisa diketahui kecepatan penjualan produk di masing-masing toko-toko. Toko yang cepat habis. Toko yang lambat. Toko yang sangat lambat habisnya.
ITO pun dapat diterapkan pada varian rasa dan ukuran. Sehinggga bisa diketahui jenis produk yang fast moving, slow moving dan dead stock.
Yang fast moving, seperti produk andalan saya, keripik pedas paling enak sedunia ini. Tidak boleh kosong dan habis.
Haram hukumnya jika sampai kosong, begitu saran dari Pak Wan, karena itu adalah andalan kita.
Yang slow moving tidak boleh berlebih. Dead stock harus segera dihabiskan dengan beragam promosi.
Dengan ITO bisa diketahui produktivitas dalam menghasilkan laba.
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI
No Comments