13 Nov INVENTORY TURN OVER (ITO), ITU IBARAT MAK EROT
Oleh : Cucu Saepuloh *)
Ya benar anda tidak salah baca, judulnya memang saya akui kontroversial. Saya hanya ingin membuat anda tertarik dan penasaran untuk membaca artikel ini, tetap tenang dan rileks saja membacanya perlahan-lahan.
Wow, Mak Erot! namanya sudah terkenal seantero nusantara, bahkan menurut saya ini salah satu contoh monopoli dalam bisnis jasa yang berhubungan dengan masalah “memperbesar” dan “memperpanjang” yang turun temurun. Hampir semua keturunannya sekarang melanjutkan bisnis ini, dan menurut informasi dari seorang teman, bisnis jasa ini sangat menggiurkan omsetnya.
Saya skip saja ya untuk urusan Mak Erotnya, saya lanjutkan kaitannya dengan Inventory Turn Over (ITO) di bisnis ritel saja he he…
Umumnya masalah dalam bisnis ritel yang sering di keluhkan adalah mengenai omset yang kecil dan kekurangan modal atau cashflow yang tidak lancar. Ini terjadi pada kebanyakan pelaku ritel tradisional termasuk saya pun tidak luput dari masalah ini, pernah mengalaminya. Coba saja anda bayangkan bagi pedagang kecil yang modalnya pas-pasan, ketika omset tokonya kecil ini sangat membuat kepala pusing. Di satu sisi harus mencukupi kebutuhan hidup keluarga, di lain sisi kadang dikejar-kejar oleh cicilan karena modalnya hasil dari pinjaman, belum lagi barang yang laku banyak yang kosong stoknya, barang yang tidak laku numpuk stoknya, komplit permasalahannya kalau dibiarkan bisa menuju kepada kebangkrutan. Lalu apa solusi dari permasalahan diatas?
Inventory Turn Over (ITO) adalah solusi yang tepat, sudah terbukti “khasiatnya” seperti yang sudah di terapkan oleh Guru saya Suhu Wan MH di IDOLMART juga pelaku Ritel Jaringan Modern (A***MART dan I***MARET) menggunakan ilmu ini. “Khasiatnya” memang luar biasa, bisa “memperbesar omset toko” dan “memperpanjang umur bisnis ritelnya”, persis cara Mak Erot yang katanya secara cepat bisa “memperbesar dan memperpanjang” bagi yang kurang panjang dan kurang besar:grinning:.
ITO itu adalah tingkat perputaran barang atau dalam bahasa saya ITO itu adalah ALAT UKUR untuk mengetahui berapa lama barang masuk dan keluar, satuannya HARI. Istilah saya ini merujuk kepada sebuah kaidah “APA YANG BISA KITA UKUR, AKAN BISA KITA ATUR”. kaidah itu berlaku dalam hal apa saja, bagaimana mungkin kita bisa mengatur sesuatu jika kita tidak bisa mengukurnya, maka dari itu alat ukur sangat diperlukan.
Dengan mengetahui ITO, kita akan mudah memetakan dan menentukan jumlah stok barang, mana barang yang cepat keluar, mana barang yang lambat keluar, juga mudah untuk menganalisis, mengevaluasi dan membuat strategi yang akan berpengaruh kepada kenaikan omset. Untuk mengetahuinya bisa dijelaskan dalam rumus ITO=STOK BARANG/OMSET RATA-RATA PER HARI. Contoh, jika stok barang di toko ada 10jt lalu omset rata-rata per hari 500rb, maka ITOnya=10jt/500rb hasilnya 20 hari. Nah sampai di sini bisa dipahami kan? kalau belum, silakan diulang lagi bacanya perlahan-lahan cukup satu paragraf ini saja.
Setelah memahami rumus diatas, kita bisa membuat persamaan begini, OMSET=STOK BARANG/ITO atau STOK BARANG=OMSET X ITO. mudah kan, seperti pelajaran matematika SD 2=10/5 atau 5=10/2 atau 10=5×2 tinggal dibolak balik saja. Kembali ke contoh diatas jika stok barang ditoko 10jt lalu ITO nya kita percepat menjadi 10 hari maka OMSETNYA=STOK BARANG/ITO yaitu 10jt/10hari hasilnya 1jt. Nah kita lihat dengan mempercepat ITO saja omsetnya OTOMATIS naik, dari 500rb menjadi 1jt karena omset itu adalah akibat. Kita tidak bisa merubah omset yang bisa kita rubah adalah sebabnya, yaitu stok barang dan ITO. Bagaimana bisa dipahami lagi? Kalau belum silakan di ulang-ulang bacanya sampai nempel ya, he he…
Lalu bagaimana caranya mempercepat ITO dan langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan langsung di toko anda, sehingga omsetnya bisa otomatis naik? Saya akan kupas dan bagikan pengalaman saya di tulisan-tulisan selanjutnya.
Jadi, ingin “besar omset tokonya” dan “ingin panjang umur bisnisnya”?… Kuasai ITO … nggak usah ke Mak Erot, uhuk uhuk.
Salam Lima Jari AMRI
*) Mentor AMRI Bandung
No Comments