14 Nov INGIN MENANG PERSAINGAN ?, JANGAN BERSAING! (bagian 2, Finding need )
Oleh : Muklis Syofian
Beberapa waktu yang lalu, telah kita bahas bagaimana memenangkan persaingan dengan strategi promo yang sulit utk di ikuti oleh pesaing.
Strategi kedua ini juga tidak kalah power full dengan strategi pertama yang kita bahas beberapa waktu yang lalu, yaitu Finding need ( mencari kebutuhan konsumen yang tidak disediakan pesaing).
Uswatun hasanah kita, Rasul sallahualaihiwassalam dalam menjalankan usaha nya berdagang ke beberapa negeri menggunakan strategi finding need ini, dimana Rasul sallahualaihiwassalam sebelum melakukan misi dagang, mencari info selengkap2nya tentang negeri yang akan di kunjungi nya, termasuk kebutuhan masyarakat negeri tersebut.
Untuk strategi finding need ini bs dilakukan sebelum atau setelah usaha jalan. Untuk usaha yg baru akan di buka, kita bisa melakukan survey disekitar lokasi yang akan kita buka, beberapa hal yang perlu kita survey diantaranya ;
1. Jumlah penduduk,
2. Tingkat pendapatan masyarakat sekitar.
3. Aktivitas masyarakat sekitar.
4. Kompetitor
5. Produk yang di pasarkan kompetitor.
Untuk usaha yang sudah jalan, bisa kita pantau dari konsumen yang sering datang mencari barang di toko kita tapi kita tidak menjual barang tersebut, dan kompetitor jg tidak menjualnya.
Ada seorang pedagang pakaian dipasar inpres kota Bengkulu, awal usaha, si pedagang hanya berjualan pakaian harian, krn kurang modal dan posisi sedikit di belakang membuat usaha kurang berkembang.
Tapi sebelum menutup usahanya, dia melihat sebuah peluang usaha pakaian seragam sekolah, dipasar tersebut sudah ada pedagang seragam sekolah, dan sudah sangat terkenal, bahkan sudah memiliki beberapa cabang di luar pasar tersebut. Si pedagang tadi memiliki keahlian menjahit, sebelum tokonya ditutup, si pedagang mulai menambah seragam sekolah, dari hasil penjualan pakaian harian, awalnya si pedagang berharap klu pembeli yang tidak tertampung dari toko yg ramai tadi bs belanja ke tokonya, karena tokonya berada di belakang toko yang ramai td. Perkembangan toko si pedagang agak lambat tp tetap memberikan keuntungan.
Si pedagang memiliki anak yang masih sd, anak tersebut sering main di toko seragam yang ramai td, si anak sering cerita ke ayahnya, tentang toko seragam yang ramai, salah satu cerita si anak adalah banyak konsumen yang cari seragam khusus sd swasta dan seragam khusus sd favorit, kebetulan toko seragam yang ramai tidak menyediakannya.
SD swasta dan SD favorit murid2nya dari kalangan ekonomi kelas menengah keatas dan etnis tionghoa, selama ini orang tua murid harus pesan ke tukang jahit, tp selesainya lama sampai 1 minggu, padahal mereka butuh cepat, Akhir si pedagang menyediakan seragam tersebut.
Banyak orang tua dari sekolah swasta dan favorit tadi belanja ke toko si pedagang, karena yang belanja kalangan ekonomi menengah ke atas, jumlah belanja mereka banyak, apalagi klu mereka puas, membuat usaha di pedagang mulai di kenal di kota tersebut.
Strategi finding need yang di terapkan si pedang, akhirnya membuat usahanya jauh berkembang, bahkan sekarang sudah mengalahkan toko seragam pertama yang lebih dulu ada dan ramai. Walau si pedagang sudah wafat 6 tahun yang lalu, sekarang usahanya dijalankan oleh anak dan istrinya, sudah memiliki 6 cabang di luar pasar inpres di kota tersebut.
*Mentor AMRI, Owner SIAGA Grup, tinggal di Pekanbaru.
Baca ratusan tulisan khusus tentang ilmu-ilmu Ritel lainnya di:
www.ritelnews.com
telegram.me/ritelnews
telegram.me/amrimall
No Comments