01 Jun FASILITAS KARYAWANNYA SANG IMAM BUKHARI
Oleh : Nasruloh*)
Suatu ketika budak imam Bukhari masuk rumah, tanpa sengaja menyenggol tempat tinta di depan Imam Bukhari. Sang Imam berkata, “Bagaimana kamu ini berjalan?” Budaknya berkata, “Tuanku, jika tidak ada jalan masuk, maka bagaimana aku harus masuk!”
Merasa menegur cukup keras budaknya, Imam Bukhari langsung memerdekakan budaknya untuk menebus kesalahannya.
Suatu hari juru tulis sang Imam telah membeli rumah seharga tujuh ratus dirham. Hal itu diceritakan ke sang Imam. Lalu sang Imam memerintahkan juru tulis mengambil sebuah bungkusan di sebuah tempat.
Ketika bungkusan itu diambil dan diserahkan ke sang Imam. Sang Imam memberikan kembali ke juru tulisnya. Setelah dibuka ternyata uang untuk membayar rumah. Juru tulisannya berkata, “Aku telah menerima upah dari mu, dan aku berterimakasih karenanya.” Dapat gaji juga tunjangan pembelian rumah.
Memberikan fasilitas di luar ekspetasi karyawannya mungkin sesuatu yang luar biasa. Seringkali terfokus pada konsumen namun melupakan karyawan. Padahal karyawanlah yang bahu membahu dan menyerahkan sebagian hidupnya bagi bisnis kita.
Suatu ketika sang Imam melihat juru tulisnya menggerakkan kepala dan tangan, sang Imam tersenyum karena senang. Melihat juru tulisnya bekerja dengan rileks tidak menegangkan.
Gaji dan tunjangan rumah ternyata ada lagi fasilitas lain yang diberikan sang Imam pada juru tulisnya. Saat sang juru tulisnya menulis hingga Zuhur, sang imam memberikan dua puluh dirham kepada juru tulisnya. Dengan berkata, “Kamu harus membelanjakan uang ini untuk membeli sayur-mayur dan lain-lain untuk keperluannya.”
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar
Referensi:
60 Biografi Ulama Salaf, Syaikh Ahmad Farid, Pustaka Kautsar, Januari 2008
No Comments