Social Links
AMRI | Empat Faktor Utama Agar Bisnis Ritel Tanah Air Tetap Tumbuh
19815
post-template-default,single,single-post,postid-19815,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

Empat Faktor Utama Agar Bisnis Ritel Tanah Air Tetap Tumbuh

RITELNEWS.com – Semakin berkembang dan menjamurnya bisnis e-commerce dewasa ini dinilai menjadi salah satu faktor tengah lesunya bisnis ritel modern di Indonesia. Akan tetapi, bisnis ritel modern akan terus bertahan jika para pengusaha ritel selalu melakukan inovasi terus menerus.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mande menjelaskan, saat ini ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan industri ritel dalam suatu negara.

“Keempat faktor tersebut yakni, situasi politik, ekonomi, sosial, dan perkembangan teknologi,” ujar Roy seperti yang dilansir dari laman kompas.com, Kamis (25/7/2019).

Menurut dia, saat ini, situasi politik di Indonesia sudah kondusif pasca Pilpres 2019. Tak hanya itu, kondisi perekonomian Indonesia pun dinilai semakin membaik.

“Ekonomi masih baik, inflasi terjaga, cadangan devisa mestinya membaik karena sekarang ekspor didorong semaksimal mungkin. Kemudian sosial kita lebih kondusif dan teknologi kita jauh berkembang,” katanya.

Dengan begitu, lanjut Roy, jika dilihat dari 4 faktor ini mestinya para pengusaha ritel harus tetap optimis di 2019 ini.

“Khusunya retail kita bisa menyentuh angka double digit selama 4 tahun terakhir ini,” tutur Roy.

Roy juga menambahkan, tumbuh atau tidaknya industri ritel dalam negeri juga dapat dilihat dari pembukaan toko-toko baru oleh pengusaha.

Menurutnya, untuk klasifikasi mini market saja dalam per tahunnya bisa bertambah 800 sampai 900 toko di seluruh Indonesia.

“Kemudian, untuk pasar swalayan alias supermarket juga bertumbuh sekitar 10 hingga 15 pasar swalayan per tahun. Lalu hypermarket bertumbuh sekitar dua hingga tiga retail per tahun,” sambung Roy.

Dengan demikian, Roy mengatakan, indikasi pertumbuhan itu ketika masih ada toko baru.

“Jadi ketika ada toko baru, berarti industri ritel bertumbuh dan konsumsi di dalamnya meningkat,” tutup dia.

Penulis : Rizki Aulia Rachman
Editor : Tim Mentor Nasional AMRI

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment