30 Jul DIWAFATKAN DALAM BERBISNIS ?
Oleh : Nasruloh *)
Berjihad dan berbisnis kadang disejajarkan. Disesuaikan kemampuan dan waktunya. Keduanya bisa saling mengisi.
Berbisnis bagian dari sebuah perjalanan hidup. Berbisnis penuh dengan perjalanan. Bertemu suplier, mencari komoditas, mengirim barang dan bertemu mitra usaha lainnya. Bagaimana memandang perjalanan ini.
Umar Bin Khatab memerintahkan 3 jenis bepergian yaitu Haji dan Umroh, Jihad Fisabilillah dan mengendarai unta dalam rangka mencari sebagian karunia Allah.
Salah satu doa Umar Bin Khatab, “Demi Zat yang diriku di Tangan-Nya! Sungguh bila aku meninggal ketika mencari karunia Allah lebih aku sukai daripada meninggal di atas tempat tidur.”
“Jika aku mengatakan bahwa meninggal dalam jihad di jalan Allah sebagai syahid, maka aku berpendapat pula bahwa meninggal dalam rangka mencari karunia Allah adalah syahid.”
Ketika selesai perang Tabuk, para Sahabat bertemu dengan pemuda yang gagah yang tengah memanggul hasil kerjaannya. Para Sahabat berkata, ” Seandainya kekuatannya digunakan untuk jihad di jalan Allah.”
Rasulullah mengoreksi ucapan mereka, “Ketahuilah bila dia bekerja untuk orang tua, keluarga dan dirinya sendiri maka itu bagian dari Jihad.”
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor Nasional AMRI dan Owner Baksolahar
Referensi:
Fikh Ekonomi Umar Bin Khatab, Dr Jaribah Bin Ahmad Al Haritsi, Pustaka Kautsar, Desember 2015
No Comments