Social Links
AMRI | DARI PEDAGANG ASONGAN MENJADI MILYARDER
17587
post-template-default,single,single-post,postid-17587,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

DARI PEDAGANG ASONGAN MENJADI MILYARDER

                               ( ilustrasi)

Awalnya saya adalah pedagang rokok asongan di sebuah bioskop misbar (jika gerimis bubar).

Alhamdulillah saat ini walaupun masih seorang “pedagang” namun saya memiliki 64 minimarket yang tersebar di Jakarta, Banten dan Jawa Barat dengan memperkerjakan ratusan orang karyawan. Tahun 2017  ini saya akan membuka belasan minimarket lagi dan Insya Allah akan terus berlanjut dan berkembang lebih banyak di tahun-tahun yang akan datang.

keluarga

Beberapa waktu yang lalu ada arisan keluarga besar di rumah saya dan sebagian besar yang berkumpul kebetulan pedagang, maklumlah isteri saya berasal dari Sumatera Barat  (Minang)?, dan rata-rata pedagang tradisional memiliki 1 toko yang dikelola dan ditungguin sendiri. Karena para pedagang lagi berkumpul tentulah perbincangan banyak seputar usahanya seperti,”Apa barang yang sedang laku saat ini?”.

 

Saat saya bertanya…

“Bagaimana tokonya hari ini?”

“Ya tutuplah, kita kan hari ini sedang arisan” jawabnya dan memang sebagian besar toko keluarga tutup disaat mereka pergi karena arisan atau ada keperluan lain.

“Tetapi di antara kita cuma Wan saja yang aneh, tokonya banyak tidak ada 1 pun yang tutup”, celetuk salah satu kakak ipar saya?.

“Ya iyalah, hari Minggu begini kan pelanggan ramai masak harus ditutup”, jawab saya?.

 

Hampir senada juga saat itu sebagian besar juga mengeluh dengan kondisi omset toko yang menurun karena kondisi perekonomian yang menurun ditambah lagi tingkat persaingan. Sekali lagi seluruh toko saya jadi berbeda sendiri karena omsetnya tetap rata-rata selalu naik, bahkan saat saya perlihatkan video toko yang sangat ramai karena sedang grand opening di Karawang.

 

ada yang berkomentar “Ah toko saya sepi karena semua pelanggan saya pergi ke toko kamu di Karawang itu”?

“Iya kali? orang Bogor berbondong-bondong ke Karawang untuk beli 1 buah pulpen”?

 

gambar tanda tanya

Pertanyaannya adalah…

bagaimana cara saya bisa mengembangkan usaha saya menjadi seperti saat ini?

Apa yang membedakan saya (termasuk pengusaha sukses lain yang juga memulai dari nol) dengan para pedagang yang lain yang bisnisnya tidak berkembang?

Apakah karena kerja keras, kesempatan atau karena “garis tangan” yang berbeda?

 

Yakin

 

KEYAKINAN, itulah kunci yang membedakan saya dg sebagian besar keluarga saya. Keyakinan dg pengalaman selama ini bahwa dia sudah membuka toko selama 30-40 tahun bahkan lebih dengan kondisi yang relatif tidak berubah, membuat dia akan terus mengatakan ini akan terjadi selamanya untuk dia. Dalam banyak hal saya sama dengan orang kebanyakan, sedikit perbedaan saya (termasuk para pedagang sukses lainnya) hanyalah dalam hal KEYAKINAN ini, keyakinan akan sukses, keyakinan akan berkembang, keyakinan kesempatan itu sangat besar, keyakinan yang sudah saya tanamkan jauh-jauh hari, bahkan di saat saya masih seorang pedagang asongan.

 

Apakah mereka tidak bekerja keras?

 

Mereka bekerja keras, malah sangat keras, menunggu toko dari pagi sampai malam selama puluhan tahun nyaris tanpa berhenti. Para pedagang asongan itu adalah pekerja keras, bahkan memiliki risiko yang sangat tinggi di tengah padatnya lalu lintas, namun sebagian besar tidak punya KEYAKINAN untuk berhasil. Mereka bergaul hanya sesama pedagang asongan yang sama-sama yakin tidak akan pernah berhasil, hidup ini sulit, cukup untuk makan 2 kali sehari saja sudah bagus, kita yang miskin ini tetap selamanya akan miskin, hanya yang kaya saja bisa bertambah kaya. KEYAKINAN inilah yang akhirnya menjadi “kenyataan” dalam hidup mereka. Apapun yang kita yakini tentang diri kita, maka fakta itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. “AKU ADALAH SESUAI PRASANGKA HAMBAKU” Kata Allah.

KEYAKINAN akan sukses adalah langkah awal yang memberikan kita energi yang luar biasa agar mau belajar, membangun sistem & SDM agar bisnis berkembang.

 

 

Oleh :

Wan MH

Ketua Umum AMRI (Asosiasi Masyarakat Ritel Indonesia) dan Owner 64 minimarket Idolmart.

Suhu Wan MH
95ropi@gmail.com
3 Comments
  • imam hanafi
    Posted at 21:08h, 15 Mei Balas

    Kuncinya…. KEYAKINAN UNTUK BERHASIL… Noted!

  • Kudo
    Posted at 21:33h, 15 Mei Balas

    terima kasih Suhu, setelah membaca tulisan ini saya menjadi lebih termotivasi untuk menumbuhkan kembali keyakinan diri dalam usaha meraih kesuksesan… Bismillah

  • Yundra Ismardi
    Posted at 02:45h, 09 Juni Balas

    Kerrrreeen Hu….

Post A Reply to Kudo Cancel Reply