Social Links
AMRI | DAMPAK TEROR BOM PADA RITEL
19060
post-template-default,single,single-post,postid-19060,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

DAMPAK TEROR BOM PADA RITEL

Oleh: Adjib Mada Winata *)

Minggu pagi tanggal 13 Mei 2018 merupakan hari yang tidak akan dilupakan oleh Umat Kristiani terutama yang berada di Surabaya. Teror Bom mengguncang di tiga lokasi Gereja berbeda di Kota Pahlawan. Malam harinya ledakan terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Pagi harinya tanggal 14 Mei 2018 Polrestabes Surabaya juga diserang bom.

Kita berduka dan mengutuk keras tindakan intoleransi di negara yang rukun dan Berbhineka Tunggal Ika ini. Segala bentuk aksi teror dan pembunuhan terhadap masyarakat tak berdosa tidak bisa dibenarkan oleh ajaran agama manapun di dunia ini. Kecuali oleh kelompok yang salah dalam menafsirkan ajaran-ajaran luhur agama.

Tujuan Teror dan Dampaknya

Tujuan aksi teror adalah menciptakan sebuah suasana ketakutan, ketidakkondusifan dan ketidaknyamanan dalam masyarakat. Suasana ketakutan, ketidakkondusifan dan ketidaknyamanan di masyarakat ini adalah sebuah target antara. Tujuan selanjutnya bisa mengarah pada stabilitas politik, sosial maupun ekonomi. Khusus untuk target selanjutnya dibidang ekonomi berupa instabilitas ekonomi atau ketidakstabilan ekonomi suatu daerah dan lebih luas lagi adalah instabilitas ekonomi suatu negara.

Teror dan Instabilitas Ekonomi

Albert Einstein pernah mengatakan bahwa: “Satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian”. Ketidakpastian dalam segala hal (termasuk ketidakpastian ekonomi) adalah sebuah keniscayaan, karena jaman berubah, maka semua juga akan mengikuti perubahan jaman tersebut. Tapi dalam konteks ekonomi negara yang terpenting adalah ketidakpastian ekonomi atau instabilitas ekonomi tersebut dapat dikendalikan dan diarahkan menuju arah yang lebih baik.

Instabilitas ekonomi yang diharapkan dari aksi teror adalah instabilitas ekonomi yang mengarah hal-hal tidak baik (di luar kendali negara atau di luar kontrol negara).

Tujuan utama teror berupa ketakutan dan kekalutan di masyarakat, akan berdampak ekonomi sangat banyak. Diantaranya: pertama, melemahnya nilai tukar rupiah, karena ketakutan dan kepanikan investor di bursa saham. Kedua, turunnya daya beli masyarakat, karena masyarakat akan mengalami ketakutan untuk ke tempat keramaian semisal berbelanja di mall, berbelanja di supermarket, berbelanja ke pasar, pergi ke tempat hiburan dan lain-lain. Otomatis menurunkan tingkat konsumsi masyarakat. Ketiga, keengganan investor menanamkan investasinya di daerah yang terdampak teror. Keempat, menurunnya wisatawan berkunjung ke daerah wisata yang terdampak teror.

Dampak Teror ke Sektor Ritel

Sektor ritel memegang peranan penting pada ekonomi suatu negara. Dalam suatu diskusi di grup DPP (Dewan Pengurus Pusat) AMRI (Asosiasi Masyarakat Ritel Indonesia) diketahui bahwa 60% uang yang beredar di negara ini larinya ke sektor ritel. Artinya bila sektor ritel terganggu, maka akan berdampak pada ekonomi suatu negara.

Dari empat dampak ekonomi yang dikemukakan di atas semua mengarah ke ritel. Pertama, melemahnya nilai tukar rupiah akan berdampak pada harga-harga barang import yang masuk ke Negara ini berupa kenaikan harga barang. Kedua, turunnya daya beli masyarakat adalah dampak langsung dari aksi teror. Banyak pendapat mengatakan bahwa “kegalauan” ritel selama ini karena konsumsi masyarakat menurun. Ketiga, keengganan investor berinvestasi ke daerah terdampak teror otomatis menunda atau bisa jadi malah membatalkan aliran uang masuk ke daerah tersebut. Ingat, investasi di suatu daerah sama dengan membuka lapangan kerja di daerah tersebut, artinya konsumsi masyarakat akan meningkat karena para karyawan akan membelanjakan gajinya di daerah tersebut, minimal untuk kebutuhan sehari-hari. Keempat, menurunnya kunjungan wisatawan ke daerah terdampak teror. Tentu ini akan mengurangi aliran dana (cash fund) para wisatawan ke daerah terdampak teror, berarti pula para pedagang dan pelaku ekonomi akan berkurang incomenya.

Mari lawan teror demi kemajuan ekonomi dan kemajuan ritel di bumi pertiwi yang kita cintai ini.

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Sekjen DPP AMRI, konsultan dan pelaku bisnis ritel

DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment