Social Links
AMRI | CASH ATAU PROFIT?
18707
post-template-default,single,single-post,postid-18707,single-format-standard,vcwb,ajax_fade,page_not_loaded,,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-5.0.1,vc_responsive
 

CASH ATAU PROFIT?

Oleh: Hadi Sukses *)

Jelas kita tidak bisa memilih.
Perlu profit yes. Cash juga yes.
Namun sering kali kenyataan di lapangan, tidak seindah di laporan.

Sering teman-teman dengan bangganya menunjukkan laporan laba ruginya selama ini. Setelah dicek di lapangan. Sungguh prihatin. Pembayaran gaji sering telat dan sering kali owner justru patungan untuk bayar operasional.

Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di satu dua tempat. Tapi ada banyak di teman-teman usaha yang belum disiplin.

Ketika dicek satu per satu. Anda tahu pokok masalahnya dimana? Intinya tetap pada dana cash yang mandeg. Dan untuk melihat itu, tidak cukup bolak-balik memeriksa, mesti kuras mata untuk mengecek satu per satu.

Tapi satu yang paling fatal,
owner seringkali menyangka uang usaha adalah uangnya. Dengan gampang meminjam uang usaha untuk keperluan lainnya. Entah untuk konsumtif atau investasi lain HANYA BERDASAR LABA RUGI SAJA.

1 atau 2 bulan tidak terasa karena cadangan telah siap. Namun menginjak bulan ke-3 mulai gelagapan. Kemana duitnya?

Saat mau bayar utangan uangnya sudah habis terpakai dan bisnis lain belum sukses. Walhasil operasional usaha yang ada ngos-ngosan.

Saat kondisi ini terjadi. Pilihan menyalahkan penghematan pengeluaran. Yang fatal jika kuliner mulai mengurangi standart.
Dan tahukan ujungnya?
Ketika standart sudah mulai dilupakan, maka kualitas akan terjun bebas. Dan itu bagi pelanggan adalah pinalty keras. Kartu Merah!

Akhirnya, usaha mulai sepi. Lucunya banyak yang masih tidak sadar. Justru menyalahkan jin segala. Padahal mereka sendiri yang tidak pintar ngatur keuangan.

Jadi.
Cek laba rugi.
Cek juga uang cashmu.

Cash adalah darah.
Jika itu gak ada. Ya wassalam usahamu.

Mari lebih melek keuangan lagi.

Salam 5 Jari

*) Penulis adalah Mentor AMRI

Tags:
,
DPP AMRI
dppamri@gmail.com
No Comments

Post A Comment