28 Jul Cara Ace Hardware Agar Tetap ‘Survive’ di Saat Lesunya Bisnis Ritel Tanah Air
Ritelnews.com – PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) mengklaim pada beberapa tahun ini kondisi penjualan terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Sebagai informasi, pada tahun buku 2018 lalu, Ace Hardware mampu membukukan total penjualan bersih Rp 7,24 triliun. Tumbuh 21,91% dibandingkan kinerja 2017 yang baru Rp 5,94 triliun. Dengan tren penjualan yang positif itu, perusahaan ritel perkakas ini mampu membukukan laba bersih Rp 964,55 miliar pada 2018, atau meningkat 24,02% year on year (YoY) dari Rp 777,73 miliar pada 2017.
“Total ekuitasnya pun meningkat menjadi Rp 4,23 triliun dari sebelumnya Rp 3,51 triliun, dan total aset menjadi Rp 5,32 triliun dari Rp 4,43 triliun,” Ujar Direktur Keuangan ACES, Hartanto Djasman dalam siaran persnya, Sabtu (27/7/2019). Dengan begitu, Hartanto menjelaskan, saat ini pihaknya akan fokus pada operational excellence dan strategi organic growth untuk menghasilkan kinerja keuangan yang baik.
“Kami jaga tingkat pertumbuhan penjualan secara konsisten. Dalam lima tahun terakhir ini, kami selalu mampu membagikan dividen 40-50% dari laba bersih,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut dia, dari sisi fundamental bisnis, untuk terus menjaga kinerja, pihaknya juga terus berusaha memperkuat kinerja gerai/toko, antara lain dengan menyelenggarakan program promo yang menarik, menambah lini produk baru, dan mengembangkan beragam pelayanan baru.
“Di sisi lain, Ace juga tak mau ketinggalan dalam menyesuaikan diri dengan tren, termasuk dengan menghadirkan platform belanja online di www.acehardware.co.id/shop atau melalui www.ruparupa.com yang merupakan peritel online resmi Grup Kawan Lama,” teran Hartanto.
Dari sisi investasi, Ace Hardware juga dinilai terus berinvestasi secara tepat dengan menambah gerai guna menjangkau lebih banyak pelanggan. Saat ini jumlah gerainya 186 dan direncanakan membuka 20-25 gerai baru tahun ini.
Manajemen Ace tidak khawatir akan terjadi kanibalisasi antargerai karena pasarnya masih sangat luas. Bahkan, pihaknya akan mulai aktif mengembangkan Ace Xpress untuk lebih mendekatkan diri ke pelanggan.
“Ace Xpress ini, menjual produk yang jumlahnya lebih terbatas, tetapi produk yang dijual cenderung produk-produk yang lebih umum dan banyak dibutuhkan.” Lanjut dia.
Tak hanya itu, Hartanto menambahkan, tak lupa, salah satu cara untuk menjaga kepercayaan investor adalah dengan menjalankan praktik GCG sebaik mungkin. Tak terkecuali di bidang transparansi informasi, pihaknya selalu menyampaikan informasi keuangan dan update ekspansi perusahaan secara tepat waktu.
Kemudian, untuk meningkatkan likuiditas sahamnya (ACES) dan memudahkan investor untuk membelinya, manajemen memecah saham.
Maklum, kata dia, harga saham ACES memang terus meningkat. Di tahun 2012, misalnya, dilakukan pemecahan saham (stock split) ACES dengan rasio 1:10 sehingga harga sahamnya lebih terjangkau.
“Hal ini terbukti bermanfaat dengan semakin meningkatnya volume perdagangan ACES di lantai bursa, dan bertambahnya jumlah pemegang saham perseroan,” tutup Hartanto.
Penulis : Rizki Aulia Rachman
Editor : Tim Mentor Nasional AMRI
No Comments