13 Feb BOOMERANG
Oleh : Reza Nasution *)
Sebagian besar pasti tahu apa itu boomerang. Minimal pernah mendengar. Tapi kalau anak-anak jaman sekarang, mungkin tahunya boomerang itu adalah aplikasi di Instagram yang bikin gerakan kita seperti bolak-balik, diulang-ulang.
Boomerang adalah senjata suku aborigin, penduduk asli benua Australia, yang jika dilemparkan dengan cara yang benar akan kembali lagi kepada si pelemparnya.
Nah yang mau dibahas, mirip-mirip dengan boomerang. Yaitu kebaikan yang kita tanam, akan kembali lagi mendatangi diri kita, entah kapan waktunya, entah dalam bentuk apa, itu rahasia Tuhan sang pemilik semesta.
Suatu waktu ayah saya pernah membantu temannya, bantuan yang diberikan dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan. Kejadiannya, saat saya SMP kelas 1 atau kelas 2.
Berjalan waktu saya memasuki SMP kelas 3. Masuk di masa UAN, Menanti dalam harap dan cemas, hasil UAN pun keluar. Ternyata nilainya standar, tidak tinggi seperti prediksi awal, tentu ini tidak bagus.
Semua sekolah yang saya pilih memiliki standar nilai yang tinggi. Setelah mendaftar ke semua SMA Negeri unggulan, jelas tidak lolos. Nilai NEMnya tidak cukup, tidak memenuhi syarat untuk diterima.
Kemudian mendaftar ke SMA Negeri yang standar nilai yang lebih rendah. Ternyata ditolak juga, sudah penuh. Padahal jika saja memilih sekolah tersebut dari awal, ada kemungkinan masuk karena nilainya mencukupi.
Masuklah masa tunggu, setelah pengumuman keluar, ditolak lagi. Lalu mendaftar ke sekolah swasta yang agak lumayan, ditolak lagi dengan alasan masa pembelajaran sudah berjalan.
“Silahkan daftar lagi tahun depan, atau masuk sekolah swasta biasa dulu. Lalu saat naik-naikan barulah pindah ke sini”, begitu jawab perwakilan dari sekolah swasta tersebut.
Tetapi saya tidak mau masuk sekolah swasta yang asal-asalan. Tanpa terasa 2 bulan sudah pembelajaran sekolah berlangsung. Namun saya masih dirumah. Coba daftar sama-sini.
Setiap pagi melihat teman-teman berangkat sekolah memakai celana abu-abu. Sementara saya masih kesana-kemari daftar sekolah yang sebagian besar hasilnya adalah ditolak.
Ingat cerita teman ayah saya yang dibantu oleh ayah saya? Nah, suatu ketika beliau datang ke rumah lalu heran karena melihat saya dirumah saja, tidak bersekolah, akhirnya ayah saya menceritakan alasan mengapa saya belum bersekolah.
Disini yang saya mau sampaikan, kebaikan yang ayah saya dulu lakukan dengan ikhlas kepada temannya tersebut berbuah, seperti boomerang yang dilempar lalu mendatangi kembali sang pelempar.
Ternyata teman ayah saya adalah orang dekat dari salah satu ketua umum partai politik. Dimana saat itu menteri pendidikannya adalah kader dari partai tersebut. Teman ayah saya menyampaikan permasalahan tersebut kepada sang ketua partai politik terserbut.
Ketua partai politik tersebut memerintahkan kepada kadernya, yang saat itu menjabat menteri pendidikan.
Singkat cerita, hanya dalam waktu 1 hari keluarlah rekomendasi dari menteri pendidikan. Isinya kurang lebih, “Masukkan anak ini ke sekolah mana saja yang dia mau”.
Bahagia terasa saat itu, dari tidak jelas mau sekolah dimana, dan ada kemungkinan baru bisa bersekolah tahun depan, menjadi bisa memilih untuk masuk di sekolah manapun yang saya mau di seluruh Indonesia.
Kejadian ini mengingatkan kembali bahwa kebaikan ataupun keburukan yang kita lakukan, akan seperti boomerang yang kita lemparkan dengan benar. Ia kembali mendatangi diri kita, entah kapan waktunya, entah dalam bentuk apa, yang jelas, akan kembali!
Alfatihah utk Alm Ayah :innocent:
Salam 5 Jari
*) Penulis adalah Mentor AMRI
No Comments